suplemenGKI.com

Minggu, 20 Oktober 2013

Efesus 6: 10-18

PENGANTAR

Cepat atau lambat seorang Kristen akan mendapati bahwa kehidupan Kristen merupakan suatu medan perang, bukan lapangan permainan. Karena itu Paulus menggunakan istilah kemiliteran untuk menggambarkan konflik antara orang Kristen dengan Iblis.

 

PEMAHAMAN

  1. Ayat 10-12: Siapa musuh yang harus dihadapi oleh orang Kristen? Darimana orang Kristen memperoleh kekuatannya menghadapi peperangan tersebut?
  2. Ayat 14-18: Apa saja perlengkapan senjata perang yang harus dimiliki oleh orang Kristen?
  3. Dari semua daftar perlengkapan tersebut, simpulkanlah bagaimana orang Kristen dapat memenangkan peperangan rohaninya?

 

Jika kita memperhatikan seluruh kitab Efesus, maka dari awal kita akan melihat bahwa Paulus sudah menekankan kepada jemaatnya bahwa ada dunia yang tidak kasat mata yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan kita, baik itu sorga (1:3, 10, 20-23) maupun Iblis dan segala kekuatan pengaruhnya (2:1-3). Karena itu di akhir suratnya Paulus memberikan nasihat bagaimana jemaat hidup dengan perlengkapan rohani untuk dapat menghadapi realita peperangan rohani antara kedua ‘dunia’ tersebut. Namun kita tidak perlu berkecil hati menghadapi peperangan rohani tersebut, sebab sebagai orang Kristen, kita tidak berperang untuk memperoleh kemenangan itu dari nol, melainkan kita berperang dari titik kemenangan yang sudah kita miliki di dalam penebusan Kristus. Karena itu di ayat 10 Paulus menekankan bahwa kekuatan kita ada dalam kekuatan kuasa Allah. Berbicara tentang kenyataan peperangan rohani, kita tidak perlu buru-buru memikirkan peperangan yang sangat mengerikan dan di luar kesadaran atau batas kemampuan manusia. Di pasal 4:27 Paulus berkata, “dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis”; pada saat itu Paulus sedang berbicara mengenai kemarahan yang tidak kunjung reda. Dengan kata lain, hal-hal sepele seperti kemarahan yang tidak terkendali dapat menjadi peluang bagi Iblis untuk menghancurkan hidup kita dan juga orang-orang di sekitar kita. Bagaimana kita marah, bagaimana kita berkata-kata, bagaimana kita bekerja, bagaimana mengelola berkat dari Tuhan, bagaimana kita berselisih paham, bagaimana kita mengampuni (baca pasal 4:25-32), semua menjadi peperangan rohani yang harus kita menangkan dengan menggunakan perlengkapan senjata Allah.

 

REFLEKSI

Mari memeriksa hidup kita sejenak: Peperangan rohani seperti apa yang Anda hadapi belakangan ini dalam hari-hari Anda? Apa yang membuat Anda menang? Apa yang seringkali membuat Anda kalah dapat peperangan tersebut?

 

TEKADKU

Tuhan Yesus, hari ini aku diingatkan bahwa setiap peristiwa yang terjadi dalam hidupku adalah merupakan kesempatan dan perjuangan bagiku untuk membuktikan kualitas karakterku, menunjukkan dan membagikan buah roh yang ada dalam diriku. Terima kasih Tuhan. Amin.

TINDAKANKU

Memulai langkah kemenangan dari hal (kebiasaan) yang paling sering membuat aku ‘kalah’, yaitu dengan cara ________________________________________

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*