suplemenGKI.com

Minggu, 13 Maret

Matius 4:12-17

Dalam menuliskan kisah pelayanan Tuhan Yesus, Injil Matius memiliki versi sendiri. Berbeda dengan Injil Yohanes yang menceritakan bagaimana kiprah Tuhan Yesus di wilayah Yudea setelah pembaptisan, misalnya tentang kesaksian Yohanes Pembaptis bahwa Yesus adalah Anak Domba Allah (Yoh. 1:29, 36), perjumpaan-Nya dengan Andreas, Simon, Filipus dan Natanael (Yoh. 1:36-51), mujizat pertama (Yoh. 2:1-11), Matius langsung menceritakan tentang Tuhan Yesus yang menyingkir ke Galilea.

- Menurut Saudara, mengapa seseorang menyingkir dari suatu tempat atau peristiwa? Setujukah Saudara bila orang yang menyingkir itu disebut pengecut? Mengapa?

- Mengapa Tuhan Yesus menyingkir ke Galilea setelah mendengar kabar tentang penangkapan Yohanes Pembaptis? Apakah karena Dia takut mengalami nasib yang sama, sehingga melarikan diri? Atau, karena……? Bagaimana menurut pendapat Saudara?

- Seperti apakah pentingnya kehendak dan rencana Allah bagi kehidupan Saudara? Dapatkah Saudara memberikan gambaran?

Nampaknya meski Tuhan Yesus berasal dari kota Nazaret yang berada di wilayah propinsi Galilea, namun Ia mengawali pelayanannya di daerah Yudea.  Hal ini bermula dari ketika Kristus dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes Pembaptis. Sejak itu rupanya Tuhan Yesus terus berada di daerah Yudea, meski tidak terlalu lama.  Sebab beberapa waktu kemudian Tuhan Yesus mendengar berita penangkapan Yohanes Pembaptis, lalu segera menyingkir ke Galilea. Tindakan ini bukan didasarkan atas rasa takut mengalami nasib yang sama dengan Yohanes Pembaptis, sebab kalau memang seperti itu, maka Kristus tentu akan menyingkir untuk menyembunyikan diri. Tapi ternyata tidak demikian. Ketika Tuhan Yesus menyingkir ke Galilea, ia bukan kembali ke Nazaret, kampung halamannya, suatu tempat yang jauh dari Yerusalem dan berada di pelosok sehingga relatif lebih aman untuk bersembunyi. Sebaliknya, Tuhan Yesus malah diam di Kapernaum, kota Bandar di tepi danau Galilea. Tentulah itu tempat yang ramai dan terbuka, sehingga bukanlah tempat yang ideal untuk bersembunyi. Tapi Tuhan Yesus memilih untuk menuju Kapernaum, karena memang Dia tidak sedang melarikan diri.

Ayat 14 memberikan kita gambaran tentang mengapa Tuhan Yesus menyingkir ke Galilea, yaitu supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya. Frasa “supaya genaplah…” dipakai oleh Penulis Injil Matius sebanyak 8 kali, dan ini adalah kali keempat. Sedangkan 7 lainnya adalah dalam Matius 1:22; 2:15; 2:23; 8:17; 12:17; 13:35; 21:4. Frasa ini sangatlah penting bagi Penulis Injil Matius, karena ia ingin menegaskan bahwa  Kristus adalah penggenapan nubuatan tentang kedatangan Mesias. Namun dari sini kita justru dapat melihat bagaimana seharusnya kehidupan umat tebusan Allah. Menggenapkan kehendak dan rencana Allah seharusnya merupakan tujuan hidup orang percaya. Sebagaimana situasi yang menyesakkan sebagai akibat dari ditangkapnya Yohanes Pembaptis malah membuat Kristus menggenapkan kehendak dan rencana Allah, demikian pula seharusnya dengan kita. Dalam segala situasi, baik suka maupun duka, yang harus kita pikirkan adalah bagaimana kehendak dan rencana Allah dapat digenapkan.

Kehidupan yang mencari penggenapan kehendak Allah takkan pernah membuat kita kehilangan sasaran hidup.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*