suplemenGKI.com

Rabu, 16 Oktober 2013

Mazmur 121

PENGANTAR

Mazmur ini adalah satu nyanyian yang biasa dinyanyikan dalam perjalanan ziarah ke Yerusalem. Perjalanan ini melewati jalur pegunungan yang berliku dan curam, karena itu mereka memerlukan jaminan pertolongan yang dapat diandalkan.

Pemazmur meyakini bahwa Tuhan sajalah sumber pertolongan yang dapat diandalkan.

 

PEMAHAMAN

  1. Ayat 2b: Mengapa pemazmur memiliki keyakinan yang demikian?
  2. Ayat 3-6: Penggunaan istilah ‘tidak akan terlelap’, ‘tidak akan tertidur’, ‘naungan’, ‘siang’ dan ‘malam’ sesungguhnya ingin menyampaikan pesan utama apa mengenai cara Tuhan menjaga mereka dan juga Anda?
  3. Apakah ayat ini menjamin orang percaya akan luput dari penderitaan? Bagaimana pendapat Anda dengan mereka yang sedang menderita, apakah itu berarti Tuhan tidak menolong/menjaga mereka?

 

Di pegunungan di sebelah timur dan selatan Yerusalem terdapat wilayah yang sunyi dimana binatang buas dan penyamun menantikan mangsanya. Dalam menghadapi bahaya yang demikian, pemazmur dan seluruh umat meyakini bahwa pertolongan mereka ialah dari Tuhan yang menjadikan langit dan bumi. Dengan demikian Tuhan adalah penguasa seluruh isi dunia, sanggup menolong di mana saja, tidak ada satu pun wilayah yang luput dari jangkauan kekuasaanNya. Hal yang sama pun menjadi keyakinan kita bahwa Tuhan sebagai pencipta langit dan bumi adalah Tuhan yang ajaib, memiliki seluruh kekuasaan, kekuatan dan kedaulatan, bukan hanya atas isi dunia, melainkan juga atas segala yang terjadi dalam dunia yang diciptakanNya. Lebih lanjut pemazmur menyatakan bahwa karena Tuhan adalah pencipta langit dan bumi, maka Ia sanggup menjaga tanpa dibatasi waktu dan tempat, Ia terus menerus menjaga dan di ayat 7-8 disimpulkan bahwa segala keadaan manusia tetap ada dalam perlindungan Tuhan secara menyeluruh. Tuhan melindungi dari kecelakaan (harf. ‘yang jahat/jelek’). Yang dimaksudkan bukanlah kesulitan biasa melainkan suatu pukulan yang merusak hidup/menghancurkan kita. Jadi bukannya bebas dari penderitaan, melainkan dalam kesulitan apa pun, kita tetap ada dalam naungan tangan Tuhan yang kuat.

 

REFLEKSI

Cobalah sekarang Anda katakan kepada diri Anda/keluarga Anda dengan kalimat Anda sendiri: Mengapa Anda yakin bahwa Tuhan adalah sumber pertolongan? (arti keberadaan Tuhan sebagai ‘yang menjadikan langit dan bumi’ bagi Anda)

 

TEKADKU

Aku mengakui ya Tuhan bahwa terkadang aku menjadi mudah sekali ragu akan pertolonganMu dan bahkan meragukan kasih setiaMu ketika aku menghadapi sesuatu yang berat dalam hidupku. Terima kasih atas firmanMu hari ini yang kembali memperteguh imanku bahwa tanganMu senantiasa menopangku, bukan untuk menghindarkanku dari kesulitan, tetapi menyertaiku menghadapi kesulitan yang pada akhirnya membuatku makin kuat dan dewasa. Amin

 

TINDAKANKU

Berbicara dengan Tuhan, ceritakan kepadaNya:

-Kesulitan apa yang baru saja Anda lewati yang Anda yakini itu karena pertolonganNya?

-Bagaimana kesulitan itu membentuk dan mengubahkan Anda? (dalam hal apa?)

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«