suplemenGKI.com

Selasa, 21 Desember 2010
Yesaya 63 : 8 – 9

Dalam bagian ini Yesaya menubuatkan akan ada seseorang yang akan menjadi penyelamat sejati. Sesungguhnya nubuat ini mengacu pada pribadi Yesus Kristus. Yesus merupakan representasi Allah sendiri. Tindakan Yesus Kristus merupakan tindakan Allah sendiri. Karya keselamatan Yesus Kristus merupakan karya keselamatan Allah. Bagaimanapun yang dialami Yesus Kristus sesungguhnya dialami Allah sendiri. Kehadiran Yesus merepresentasikan tindakan Allah untuk menyelamatkan manusia supaya tidak terus menerus hidup berdosa.
1. Siapa yang dimaksud dengan “anak-anak yang tidak berlaku curang” dalam ayat ke – 8?
2. Apakah makna “Allah yang menyelamatkannya sendiri” pada ayat ke – 9?

Renungan

Kata “anak” menggambarkan relasi kekeluargaan yang harmonis. Ayah adalah pribadi yang teramat menyayangi, memelihara dan melindungi anaknya. Itulah yang hendak dijelaskan dalam relasi Allah dengan manusia, yaitu seperti ayah dengan anaknya. Kata “berlaku tidak curang” dapat diartikan sebagai berlaku segala sesuatu yang tidak mengecewakan. Dengan demikian, jika kata “anak” digabungkan dengan “berlaku tidak curang” memberikan makna bahwa kita adalah pribadi yang disayang Tuhan dan menunjukkan sikap-sikap yang tidak mengecewakan. Atau dengan kata lain pribadi yang disayang Tuhan, sekaligus menyenangkan hati Tuhan.

Ayat 9 mengungkapkan tentang Allah yang menyelamatkannya sendiri. Sikap Allah tersebut menggambarkan keseriusan yang sangat mendalam ketika mencintai umat manusia. Wujudnya adalah Allah sungguh-sungguh hadir bersama dengan manusia. Allah tidak mempertahankan ke-IlahianNya, namun mengosongkan diriNya dan kemudian menjadi serupa dengan manusia. Allah bergaul dan berbicara sebagai manusia yang utuh. ALLAH adalah Sang Penyelamat yang dekat dengan kita.

Allah menyatakan kasihNya kepada umat manusia. Allah menyelamatkan sekaligus menganggap umat manusia seperti anakNya sendiri. Berita baik ini merupakan berita bagi kita juga. Allah ternyata memang sungguh-sungguh hadir diantara kita dan berkarya menyelamatkan kita.

Jika ALLAH telah menjadi Penyelamat yang mendekati kita, apakah kita punya waktu untuk hidup dekat dengan-Nya? Dalam kesibukan tiap hari, masihkah Saudara punya waktu untuk hidup dekat dengan ALLAH dengan merenungkan kehadiran dan karya Allah? Seberapa banyak waktu yang Saudara sediakan untuk bergaul dekat dengan ALLAH?

“Merenungkan kebaikan dan karya Allah, Sang penyelamat,
membuat kita menjadi semakin dekat dengan Allah”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*