suplemenGKI.com

Jumat, 14 Desember 2012

Lukas 3:7-9

Pengantar

Seorang Ibu memasang lukisan besar di ruang tamunya. Itulah lukisan yang mengekspresikan wajah YESUS yang sedang tersenyum. Setiap pagi anggota si ibu mengajak anak kecilnya untuk memandang wajah YESUS dengan tersenyum. Si ibu berkata: “ Nak,lihatlah! TUHAN YESUS tersenyum untukmu, maka tersenyum dan bersikaplah ramah pada semua orang!” Anak itu bertumbuh remaja dan memiliki banyak teman. Sayangnya banyak temannya yang bertandang ke rumahnya adalah remaja-remaja yang nakal dan punya banyak persoalan dengan orang tua mereka. Namun setiap kali mereka datang, si ibu dan anaknya menyambut tamu-tamunya dengan penuh senyum keramahan. Beberapa teman berkata” “ aku merasa damai di rumahmu!”. Mengapa kalian selalu bersikap ramah kepada kami padahal dulu kami anak-anak nakal? Si ibu berkata: “Nak, kalau engkau mengundang YESUS masuk ke rumah kehidupanmu, maka engkau tidak akan menjadi orang yang sama lagi!”

Apakah Anda sudah mengundang YESUS masuk dalam rumah kehidupan Anda? Perubahan apa yang terjadi dalam hidup Anda?

Pemahaman

Ayat 7 : Mengapa Yohanes menyebut orang banyak yang datang kepadanya dengan sebutan: “ keturunan ular beludak”?
Ayat 8 : Apakah buah pertobatan yang telah Anda hasilkan?
Ayat 9 : Apakah ganjaran bagi orang yang tidak menghasilkan buah yang baik?

Kehidupan Yohanes Pembaptis dekat dengan konteks gurun yang ganas. Ia cukup sering bertemu dengan berbagai jenis ular terutama ular beludak. Ular beludak adalah binatang berbisa yang aktif mencari makan pada malam hari. Ular beludak dipakai untuk menggambarkan kejahatan orang-orang pada masa itu. Kejahatan yang ganas ini membutuhkan pertobatan: sebuah perubahan hidup yang radikal. Bila mereka tak mau bertobat maka mereka akan mendapatkan murka TUHAN.

Seruan pertobatan yang dikumandangkan oleh Yohanes Pembaptis ini dalam rangka mempersiapkan jalan untuk menyambut datangnya KRISTUS. Yohanes menegaskan bahwa Jalan Sang Mesias harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. Untuk berjumpa Sang Mesias diperlukan hati yang mau bertobat. Garis keturunan Abraham tidak mempengaruhi kelancaran mendapatkan kesempatan berjumpa Sang Mesias. Yang diperlukan adalah hati yang bertobat. Yohanes menegaskan bahwa keselamatan tidak ditentukan oleh garis keturunan melainkan oleh komitmen pertobatan di hadapan ALLAH ( ay 8).

Setiap orang yang mengarahkan hati untuk menyambut kedatangan KRISTUS  wajib bertobat. Bertobat berarti meninggalkan hidup yang lama dan memasuki hidup yang baru dalam kuasa KRISTUS. Ini berarti ia tidak akan menjadi manusia yang sama dengan yang lalu, dalam segala keberdosaannya, namun ia menjadi orang yang berbeda dalam terang kasih KRISTUS.

Refleksi:

Ambillah waktu hening sejenak, tempatkan cermin di depan wajah Anda? Adakah yang berubah dari wajah Anda? Sekarang bayangkanlah TUHAN YESUS menjadi cermin yang berada di depan Anda. Tataplah wajah TUHAN YESUS dan selidikilah apakah wajah kehidupan dan iman Anda masih sama seperti yang dulu ataukah makin serupa KRISTUS?

Tekadku:

TUHAN YESUS, berikanlah aku hati yang bersih dalam menyambut kedatangan-Mu. Mampukanlah aku mempersiapkan diri menyambut Natal dengan mempersembahkan hidup dalam pertobatan.

Tindakanku:

Sebelum aku membersihkan dan menata rumahku untuk menyambut Natal, hari ini aku akan segera mendaftar dosa apa yang paling sering ku lakukan. Aku akan memohon ampun kepada TUHAN dan berhenti berbuat dosa.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*