suplemenGKI.com

Jumat, 1 Oktober 2010
II Timotius 1:1-5

Jikalau anak dididik dalam iman, maka ia juga akan belajar beriman. Warisan berharga dari orang tua kepda anak-anaknya adalah warisan  iman.

Ayat 1-2 : Mengapa Paulus menyapa Timotius dengan sebutan “ anakku yang kekasih”?
Ayat 3-4 : Apa yang sebenarnya sedang dialami Timotius dan apakah yang
dilakukan Paulus untuk menguatkan Timotius?
Ayat 5 : Siapakah yang berperan penting dalam pertumbuhan iman Timotius?

Renungan

Rasul Paulus menulis surat kepada Timotius untuk memberi semangat dan menguatkan Timotius dalam melaksanakan tugasnya di Efesus. Paulus berbicara kepada Timotius dalam kehangatan cinta kasih. Paulus menganggap Timotius sebagai anaknya di dalam iman ( anak rohani ). Pada saat itu Timotius masih muda dan mengemban tugas berat untuk bertempur melawan para bidat dan para penyusup yang bersekutu mengancam jemaat. Oleh karena itu untuk menjaga agar Timotius tetap tinggi semangatnya dan gigih dalam usahanya, Paulus mengingatkan bahwa ada keluarga yang selama ini mendukung Timotius. Rasul Paulus mengingatkan Timotius bahwa imannya kepada KRISTUS dapat bertumbuh karena pengasuhan dan pembinaan yang diberikan oleh neneknya, Lois, dan juga dari ibunya yang bernama Eunike. Benih-benih iman tersebut telah ditaburkan oleh lingkungan keluarga sejak Timotius masih kecil. Kini benih-benih firman TUHAN mulai bertumbuh dengan sehat dalam kehidupan Timotius dan dengan iman itulah Timotius melakukan tugas panggilan pelayanannya.

Melalui bacaan hari ini kita diingatkan akan pentingnya peran orang tua dalam pertumbuhan iman anak-anak. Bahkan kelak ketika anak dewasa dan berada dalam kesulitan hidup, iman yang dibentuk di tengah keluarga akan memberikan inspirasi kepadanya untuk melangkah di jalan kebenaran.

Di masa kini, anak-anak menghadapi tantangan jaman yang tidak mudah. Oleh karena itulah orang tua perlu memiliki komitmen untuk hadir mendampingi pertumbuhan iman anak. Itulah yang dilakukan Lois dan Eunike yang telah mengantrakan Timotius bertumbuh menajdi seorang pelayan muda yang dipakaioleh TUHAN. Demikian pula yang dilakukan Paulus yang menyediakan diri menjadi bapak rohani bagi Timotius. Sesungguhnya sangatlah tidak cukup menyerahkan pembinaan iman anak hanya kepada gereja karena waktu mereka lebih banyak di rumah.

Marilah hari ini kita memikirkan strategi apa yang perlu dibuat oleh orang tua agar di tengah kesibukannya tetap memiliki waktu untuk mendampingi pertumbuhan iman anak-anak. Marilah kita juga melihat, apakah ada anak-anak di sekitar kita yang memerlukan “orang tua rohani”.
Mari kita menyediakan diri untuk melayani mereka agar mereka meraih masa depan dengan bekal iman yang mengarahkan jalan. Membangun relasi dekat dalam suasana persahabatan dengan anak-anak akan lebih melancarkan proses pendampingan pertumbuhan iman mereka. Dalam kedekatan relasi, kita akan memiliki banyak kesempatan untuk memberikan nasihat Firman TUHAN dan juga teladan kehidupan kepada anak-anak.

Sungguh alangkah indanya jikalau setiap keluarga melahirkan generasi muda yang hidup beriman.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

1 Comment for this entry

  • yusak sugiato says:

    trimakasih atas artikel2 nya.
    tolong bantu saya dalam doa agar tidak hanya suka baca artikel tapi dpt melakukannya.
    tolong lebih pertajam artikel pada penerapan
    trimaksih GKI Residen Sudirman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«