suplemenGKI.com

Jumat, 29 April

1 Petrus 1:10-16

Banyak orang Kristen yang berpikir bahwa ketika mereka percaya Kristus dan mendapatkan jaminan keselamatan adalah akhir dari perburuan rohani, padahal percaya kepada Kristus adalah awal dari perjalanan spiritual. Kesalahan ini membuat kita tidak mengalami pertumbuhan ataupun perubahan dalam hidup ini. Melalui renungan hari ini, kita akan dihantar pada penghayatan yang lebih dalam akan keselamatan kita, agar tidak mengalami kemacetan dalam pertumbuhan.

-          Apakah Saudara yakin bahwa Saudara adalah orang yang telah mendapatkan keselamatan dari Allah? Mengapa demikian? Coba jelaskan!

-          Merujuk ke manakah frasa “sebab itu” yang terdapat dalam ayat 13?

-          Apakah arti “siapkanlah akal budimu”? Mengapa kita harus mempersiapkan akal budi? Bagaimana kita dapat mempersiapkan akal budi kita?

-          Mengapa menjadi kudus di dalam seluruh hidup kita di sini dihubungkan dengan Allah yang memanggil kita?

Renungan:

Orang-orang yang agung hanya memikirkan hal-hal yang agung. Ketika orang-orang yang agung mulai memikirkan hal-hal yang tidak agung, maka itu membuat ia menjadi orang yang tidak agung lagi. Nabi-nabi adalah orang yang agung. Tentu saja yang dimaksud di sini adalah nabi-nabi sejati, bukan yang palsu. Nabi-nabi palsu memikirkan dan memperkatakan hal-hal yang tidak benar atau tidak agung, dan itu membuat mereka tidak lagi menjadi agung. Tetapi yang dimaksud dengan nabi-nabi di sini adalah para nabi yang sejati, mereka menyelidiki hal-hal yang agung dan memberitakan hal-hal yang agung. Apakah hal yang agung itu? Rasul Petrus berkata, “Keselamatan itulah yang diselidiki dan diteliti oleh nabi-nabi, yang telah bernubuat tentang kasih karunia yang diuntukkan bagimu” (ay. 10).

Banyak orang Kristen yang dengan bangga menyatakan keyakinannya bahwa mereka telah diselamatkan, pasti diselamatkan. Namun tidak banyak orang Kristen yang menyadari betapa agung keselamatan itu. Sedemikian agungnya keselamatan itu sehingga para malaikat pun ingin mengetahui tentang berita keselamatan tersebut. Di balik keselamatan itu terdapat kasih karunia yang sedemikian agung. Allah yang maha mulia rela disiksa dan dihina agar manusia bisa diselamatkan meski ia sebenarnya tidak pantas untuk diselamatkan. Itulah kasih karunia. Benar-benar tidak masuk logika.

Keagungan keselamatan itulah yang menjadi landasan nasihat rasul Petrus agar orang Kristen mempersiapkan akal budinya. Sebenarnya nasihat ini sama seperti ungkapan, “Singsingkanlah lengan bajumu”. Itu berarti, meski keselamatan adalah kasih karunia yang diberikan cuma-cuma, namun keselamat memiliki suatu konsekuensi logis yang harus kita lakukan. Konsekuensi keselamatan sejati adalah hidup kudus sebagai anak-anak yang taat dan tidak menuruti hawa nafsu yang menguasai kita sebelumnya. Allah yang memanggil kita adalah Allah yang kudus, Dia memanggil kita untuk memiliki hidup yang kudus. Seberapa besar penghayatan kita akan hal ini?

Hidup dalam kekudusan yang benar adalah hasil penghayatan yang benar akan keselamatan

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*