suplemenGKI.com

Kamis, 25 Oktober 2012

Mazmur 126:4-6

Kembalinya umat TUHAN ke Sion bukan berarti bahwa mereka akan menerima dan mengalami kehidupan yang menyenangkan. Pada kenyataannya didepan mereka terhampar kehidupan yang sangat sulit. Dibutuhkan satu tekad untuk bersedia menata kehidupan yang lebih baik.

Pendalaman Teks Alkitab


•Bagaimana keadaan Sion sekembalinya bangsa Israel dari pembuangan Babel?
• Bagaimana sikap bangsa Israel menghadapi kenyataan tentang Sion?
• Usaha apakah yang dilakukan umat TUHAN agar terjadi kehidupan yang lebih baik?
• Upah apa yang disediakan TUHAN bagi orang-orang yang berharap kepada-Nya?

Renungan

Karya pemulihan ALLAH masih berlanjut. Israel yang dipulihkan dari pembuangan harus menderita karena membangun wilayah yang telah hancur adalah hal yang mustahil. Namun umat ALLAH dapat mensyukuri kembali sungai yang telah kering. Itulah sungai kering di tanah Negeb.Tanah Negeb ialah padang pasir di sebelah selatan Yerusalem. Padang pasir yang tandus itu setelah hujan turun tiba-tiba berubah menjadi padang hijau berbunga-bunga dan batang-batang air yang biasanya kering (wadi) penuh dengan air yang mengalir dengan derasnya.

Pemulihan yang indah serta ideal yang diimpi-impikan para nabi dan dinyanyikan orang-orang dalam pembuangan tidak sepenuhnya disadari oleh orang-orang yang pulang kembali ke negeri asalnya. Tidak ada sama sekali keadaan yang cemerlang dan ideal. Oleh sebab itu, mereka berseru kepada TUHAN: “ Pulihkanlah keadaan kami ya TUHAN!”. Pengharapan tersebut kini diucapkan umat TUHAN. Mereka meyakini seperti para petani menabur dengan rasa cemas, kemudian menuai sambil menyanyi penuh sukacita, demikianlah Israel akan mengalami pemulihan. Berani melangkah dan berharap sepenuhnya kepada TUHAN memberikan kekuatan yang besar bagi umat TUHAN untuk melakukan perkara besar meskipun disertai dengan air mata dan tangisan. Luar biasa!! Hal itu terbukti dari apa yang dilakukan-Nya bagi umat-Nya. TUHAN memulihkan batang air kering di Tanah Negeb, umat TUHAN menikmati tuaian dengan sorak-sorai.

Setelah menyaksikan perkara besar yang telah dilakukan TUHAN bagi umat-Nya, apakah kita berani melangkah dengan pengharapan manakala keadaan yang menyulitkan dan menyedihkan terjadi dalam kehidupan kita? Berserulah dan berharaplah kepada-Nya maka perkara besar akan terjadi. Kekuatan pengharapan kepada TUHAN akan memulihkan kehidupan kita.
Dalam buku 450 Stories for Life, Gust Anderson menceritakan kunjungannya ke sebuah gereja di suatu daerah pertanian, di sebelah timur Alberta, Kanada. Di daerah itu telah berlangsung kekeringan selama delapan tahun. Kondisi ekonomi petani di tempat itu tampaknya tak ada harapan lagi. Meskipun dalam kemiskinan, namun banyak di antara mereka yang terus berkumpul untuk memuji dan menyembah ALLAH. Pengharapan mereka ada pada ALLAH bukan pada keadaan yang mereka alami.

Apa pun keadaan yang kita alami, bila pengharapan kita letakkan pada TUHAN, maka kita menjadi orang-orang beruntung yang selalu mengalami sukacita, seperti diungkapkan dalam NKB 197: 2
Kendati tiadalah hartaku di dunia, hatiku tak resah, tak bersungut, berkesah
Kar’na ku sungguh tahu jika YESUS milikku, tak sia-sialah segenap usahaku
Refrein:

Benar, benar, besarlah untungku. Benar, benar, besarlah untungku.
Benar, benar, besarlah untungku, ketika YESUS sungguhlah tetap milikku.

Orang yang selalu berharap kepada TUHAN adalah orang yang beruntung.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*