suplemenGKI.com

PENGAKUAN IMAN (1)

22/01/2011

“Ambil dan Bacalah” Edisi ke-38  Mei  Tahun 2010

G K I R e s i d e n S u d i r m a n S u r a b a y a

Dalam tiap kebaktian Minggu kita mengucapkan pengakuan iman. Apakah pengakuan iman itu?  GKI menerima 3 rumusan pengakuan iman yaitu Pengakuan Iman Rasuli, Pengakuan Iman Nicea-Konstantinopel dan Pengakuan Iman Athanasius. Dalam edisi kali ini, kita akan melihat secara khusus Pengakun Iman Rasuli. Anda tertarik untuk memahaminya? Ambil dan Bacalah!

Apakah Pengakuan Iman?

Pengakuan iman merupakan:

1.  Ikrar atau tekad iman kita kepada TUHAN.

2.  Ungkapan diri pribadi dan perwujudan tanggungjawab iman kita di hadapan ALLAH.

3.  Pengakuan iman dilakukan dalam rangka mewujudkan penghormatan dan ibadah kita kepada TUHAN ALLAH

4.  Pengakuan iman merupakan kesaksian yang memperdengarkan kebenaran dan kehendak ALLAH.

Adalah contoh Pengakuan Iman dalam Alkitab?

Dalam Perjanjian Lama, misalnya kita melihat Yosua mengaku imannya: ”…aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN”. ( Yos 24:15)

Dalam Perjanjian Baru kita dapat menemukan beberapa contoh pengakuan iman seperti :

1. Pengakuan Petrus bahwa ” Engkau adalah Mesias, anak Allah yang hidup ”  ( Mat 16 : 16 )

2. Pengakuan sida-sida dari Etiopia yang mengatakan ” aku percaya bahwa Yesus

Kristus adalah Allah” ( Kis 8 : 37 )

3. Pengakuan ketritunggalan Allah dalam Matius 28 : 19

Menurut tradisi, sebagian dari pengakuan iman tersebut pada mulanya di ucapkan atau di nyanyikan berkaitan dengan baptisan. Hal ini kemudian mengilhami bapa-bapa gereja untuk menyusun rumusan pengakuan iman.

Kapan kita mengaku iman?

Pengakuan iman bukan hanya dilakukan di dalam gedung gereja namun secara konkret perlu kita wujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pengakuan iman perlu kita nyatakan secara terang-terangan apabila:

1.  Berhadapan dengan penyelewengan terhadap kebenaran dan pemerkosaan keadilan

2.  Nama TUHAN dipermainkan dan kesucian iman kita dihina.

Iman kita tidak boleh disembunyikan untuk mencari aman bagi diri sendiri sebab iman itu berani hidup dalam resiko apapun dan sifatnya dinamis.  ( Matius 10:32-33 )

Bagaimana menyatakan pengakuan iman?

1.  Tidak boleh disebabkan rasa terpaksa dan takut, rasa cemas atau perasaaan-perasaan negatif lain.

2.  Diucapkan dengan bebas, tulus dan jujur, tanpa rasa terpaksa

3.  Bukan sekedar membeo atau meniru apa yang dilakukan oleh orang lain.

Bagaimanakah Rumusan Pengakuan Iman GKI?

GKI mengaku imannya bahwa Yesus Kristus adalah : Tuhan dan Juruselamat dunia, Sumber kebenaran dan hidup, Kepala Gereja, yang mendirikan gereja dan memanggil gereja untuk hidup dalam iman dan misinya. GKI mengaku bahwa Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru adalah Firman Allah, yang menjadi dasar dan norma satu-satunya bagi kehidupan gereja.

Dalam persekutuan dengan Gereja Tuhan Yesus Kristus di segala abad dan tempat, GKI menerima Pengakuan Iman Rasuli, Pengakuan Iman Nicea Konstantinopel, dan Pengakuan Iman Athanasius. Sekalipun demikian yang sering diucapkan dalam kebaktian Minggu adalah Pengakuan Iman Rasuli.

Bagaimanakah rumusan Pengakuan Iman Rasuli?

PENGAKUAN IMAN RASULI
1.   Aku percaya kepada Allah Bapa yang Mahakuasa, khalik langit dan bumi.
2.   Dan kepada Yesus Kristus AnakNya Yang Tunggal, Tuhan Kita.
3.   Yang dikandung dari Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria.
4.   Yang menderita sengsara dibawah pemerintahan Pontius Pilatus,

disalibkan, mati dan dikuburkan, turun ke dalam kerajaan maut.
5.   Pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati.
6.   Naik ke surga, duduk disebelah kanan Allah, Bapa yang Mahakuasa.
7.   Dan dari sana Ia akan datang untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati.
8.   Aku percaya kepada Roh Kudus.
9.   Gereja yang kudus dan am, persekutuan Orang Kudus
10. Pengampunan Dosa.
11. kebangkitan orang mati

12. dan Hidup Yang Kekal. Amin.

Catatan: am berarti umum, universal

Bagaimanakah sejarah munculnya rumusan Pengakuan Iman Rasuli?

Rumusan Pengakuan Iman Rasuli pada jaman dulu dikenal dengan nama symbolum apostolicum (apostolicum dari bahasa Yunani apostolos, artinya rasul ). Pengakuan Iman ini selalu diucapkan pada saat seseorang akan dibaptis. Penggunaan istilah “symbolum” (“tanda”, “simbol” atau “bukti”) menunjukkan bahwa melalui pengucapan rumusan ini seseorang telah membuktikan sesuatu yang tersembunyi di baliknya, yaitu penyerahan diri kepada Allah Tritunggal melalui baptisan.

Dalam bahasa Latin, Pengakuan Iman Rasuli disebut CREDO yang artinya aku percaya.

Kredo ini adalah rumusan ajaran dasar Gereja perdana yang disusun berdasarkan isi Alkitab.

Pada masa ketika kebanyakan umat Kristen masih buta huruf, pengulangan secara lisan. Pengakuan Iman Rasuli ini seiring dengan Doa Bapa Kami dan Sepuluh Perintah Tuhan (Dasa Titah) membantu melestarikan dan menyebarkan iman Kristiani dari gereja-gereja Barat.

Versi tertulis yang paling awal kemungkinan adalah Kredo Tanya Jawab Hipolitus (sekitar 215 M). Pengakuan Iman ini diberikan dalam bentuk tanya jawab dengan calon baptisan yang kemudian mengakui bahwa mereka percaya tiap pernyataan. Versi yang sekarang pertama kali ditemukan di dalam tulisan-tulisan Caesarius dari Arles Symbolum Romanum (Roman Symbol). Pengakuan Iman ini  digunakan sebagai ringkasan ajaran Kristen untuk calon-calon baptisan di gereja-gereja Roma. Banyak orang Kristen percaya bahwa pengakuan iman ini berasal dari keduabelas rasul Tuhan Yesus. Namun demikian, sebenarnya pengakuan ini bukanlah dari para rasul secara langsung. Disebut “Rasuli” karena mencerminkan ajaran para rasul, namun asalnya sendiri adalah dari pergumulan orang-orang Kristen di Roma pada abad kedua untuk memformulasikan inti kepercayaan Kristiani guna dijadikan sebagai ajaran standar dalam gereja dan pedoman dalam menolak bidat. Sejak abad ke enam dan tujuh, pengakuan iman ini telah tersebar di gereja-gereja Eropa, hingga di seluruh dunia menjadi semacam inti pengajaran alkitabiah gereja-gereja resmi (non-bidat).

Secara garis besar, pengakuan iman ini dapat dikatakan bersifat Trinitarian (percaya Allah Tritunggal), dengan isi utamanya atau esensinya adalah Yesus Kristus, Anak Allah

Pokok Pengakuan Iman Rasuli:

1.       Percaya kepada ALLAH, BAPA, Khalik langit dan bumi

2.       Percaya kepada YESUS KRISTUS, ANAK ALLAH yang tunggal

3.       Percaya kepada ROH KUDUS, Gereja yang kudus, dan kuasa/karya ROH KUDUS

Aku percaya kepada Allah Bapa yang Mahakuasa, khalik langit dan bumi.

Seorang yang berkata Aku percaya tidak sekedar mengakui adanya Tuhan. Percaya adalah tindakan iman, yaitu iman yang menuntun kita untuk menjalani hidup. Seorang yang dengan mantap berkata Aku percaya kepada Allah Bapa yang Mahakuasa, khalik langit dan bumi menyatakan pada dunia bahwa orang tersebut menyatukan percayanya kepada Allah yang dipanggil sebagai Bapa. Dialah yang menciptakan langit dan bumi, Dialah Allah satu-satunya yang Mahakuasa, tidak ada yang lain. Dalam pengakuan tersebut terkandung makna: seluruh hidup manusia  ada dalam genggaman tangan Allah, karena Dia Mahakuasa atas segala-galanya. Seluruh pergumulan dan masalah dapat disampaikan dan diselesaikan oleh Allah karena Dia Bapa kita. Segala sesuatu berasal dari padaNya karena Dialah Khalik langit dan bumi.

Aku percaya kepada Yesus Kristus, AnakNya Yang Tunggal, Tuhan Kita.

Pengakuan percaya ini adalah inti dari iman Kristen, bahwa Yesus Kristus. Adalah Anak Allah Bapa Yang Tunggal, Tuhan kita. Rumusan ini dibuat demikian sebagai respon terhadap kalangan yang mengaku Kristen namun tidak mengakui ketuhanan Yesus. Kelompok seperti Arianisme dan Ebionisme  menolak bahwa Yesus itu Allah. Agar tidak terjadi kesimpangsiuran pemahaman iman diantara jemaat, maka gereja merumuskan Pengakuan Iman tersebut sebagai penegasan.
Percaya kepada Allah Bapa dan kepada Yesus Kristus tidak berarti kita percaya pada dua Tuhan. Kita percaya kepada Allah yang sudah memperkenalkan diriNya didalam Yesus Kristus. Artinya : Kita percaya pada Yesus Kristus, yang sudah menyatakan kepada kita, siapa dan bagaimana Allah yang hidup itu sesungguhnya. Sebab itu Yesus Kristus diberi gelar Immanuel, artinya : Allah menyertai kita (Matius 1:23b).

Aku percaya kepada Roh Kudus.

Roh Kudus adalah hakekat Tuhan Allah sendiri. Percaya kepada Roh Kudus berarti mengakui karya dan peran Roh Kudus dalam kehidupan orang beriman juga dalam kehidupan gereja Tuhan. Orang yang mau dipimpin dan hidup di dalam Roh Kudus akan  hidup melakukan kehendak dan perintah TUHAN serta mampu menghasilkan buah Roh Kudus.

Setelah disegarkan kembali oleh pemahaman tentang pengakuan iman, apakah yang Anda rasakan?

Harapannya, kita semua semakin teguh dan mantap beriman kepada Allah Tri Tunggal. Rumusan Pengakuan Iman bukan sekedar rumusan yang dihafalkan namun kita ucapkan dengan sungguh-sungguh dari hati yang terdalam dan kita wujudkan dalam kehidupan beriman sehari-hari. Selamat hidup beriman!

Sumber:

1.       Boland,BJ, Niftrik, G.C.v , Dogmatika Masa Kini, Jakarta, BPK Gunung Mulia, 1995.

2.       Tata Gereja GKI  2009

3.       Sarapan Pagi Biblika

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»