suplemenGKI.com

Senin, 8 Maret 2010; Yosua 5:1-8

Peristiwa yang menjadi latar belakang bahan perenungan kita hari ini adalah keberhasilan bangsa Israel dalam menyeberangi sungai Yordan yang sedang meluap (ps. 3). Tentu saja itu merupakan campur tangan Tuhan. Setelah itu Tuhan menyuruh bangsa Israel untuk mendirikan “monumen peringatan” di sungai tersebut.

  • Mengapa raja-raja orang Amori dan Kanaan hatinya menjadi tawar serta kehilangan semangat dalam menghadapi orang Israel, ketika mendengar bahwa orang Israel berhasil menyeberangi sungai Yordan (ay. 1)?
  • Mengapa orang Israel disunat pada saat itu? Mengapa penyunatan itu tidak dilakukan sebelumnya (ay. 2-3)?
  • Mengapa Allah mengijinkan bangsa Israel berputar-putar di padang gurun selama empat puluh tahun (ay. 6)?

Renungan:

Penduduk tanah Kanaan pernah gempar karena mendengar kabar adanya sebuah bangsa yang keluar dari tanah Mesir untuk menyerang dan merebut tanah Kanaan. Hati mereka gentar karena peristiwa itu disertai berbagai keajaiban. Tapi itu cerita ‘tempo doeloe’, sudah sekitar empat puluh tahun berselang. Kegentaran sebagian orang mungkin mulai memudar, apalagi setelah melihat bahwa bangsa Israel telah berputar-putar di padang gurun. Mereka tidak mengerti bahwa Allah sengaja menggiring bangsa Israel berputar di padang gurun sebagai bagian dari proses pemurnian yang dilakukan Allah atas bangsa Israel.

Setelah proses pemurnian itu dirasa cukup, maka Allahpun membimbing mereka masuk ke tanah perjanjian itu. Tidak ada suatupun yang dapat membendung rencana Allah. Bangsa Kanaan berpikir bahwa sungai Yordan yang sedang meluap akan menghambat perjalanan Israel. Betapa terkejutnya mereka ketika melihat bahwa mujizat itu terjadi lagi. Generasi ayah mereka pernah bercerita tentang Allah bangsa Israel yang membelah laut Merah. Ternyata itu bukan isapan jempol belaka. Kini, mereka menyaksikan sendiri bagaimana Allah Israel juga membelah sungai Yordan. Hal ini tentu saja menggetarkan mereka. Kalau empat puluh tahun yang lalu Allah membuat laut Teberau dapat diseberangi bangsa Israel “generasi Mesir”, kini Allah membuat sungai Yordan dapat diseberangi bangsa Israel “generasi padang gurun”. Dua tindakan ini seakan merupakan pengulangan dan sekaligus peneguhan, bahwa Allah Israel adalah Allah yang sama, Allah yang setia dengan perjanjian yang telah dibuat dengan Abraham. Maka, Dia juga meminta bangsa Israel memperbaharui sekaligus meneguhkan kembali perjanjian mereka dengan Allah, melalui sunat.

Tidakkah Allah telah melakukan perkara-perkara besar juga dalam hidup kita? Mungkin kita sedang merasa hidup ini seperti perjalanan bangsa Israel yang berputar-putar di padang gurun, dan kita mengeluh tanpa menyadari bahwa Allah sedang memurnikan kita. Tindakan pemurnian itu adalah karya Allah. Demikian pula bila kita sedang mengalami pertolongan-Nya. Tindakan itu juga adalah karya Allah yang membuktikan bahwa Dia adalah Allah perjanjian, Allah yang setia dengan janji-Nya. Marilah kita tetap setia kepada Allah yang setia itu. Amin.

“Jika kita memakai kacamata iman yang benar, maka kita akan dapat melihat jelas bahwa pemurnian ALLAH atas diri kita adalah semata-mata wujud kasih setiaNya.”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*