Senin, 14 November 2011

Yehezkiel 34:11-16

Sekelompok mahasiswa melakukan demonstrasi untuk menggugat seorang pemimpin yang dianggap tidak pro rakyat. Mereka menyuarakan dambaan hadirnya seorang pemimpin yang peduli dengan penderitaan rakyat dan mengayomi seluruh rakyat.

Kehidupan para pemimpin dapat digambarkan seperti gembala yang membimbing, mengayomi dan mengupayakan kesejahteraan orang banyak. Bacaan hari ini memberikan contoh karya TUHAN sebagai gembala yang baik.

Pendalaman teks Alkitab

1. Apa sajakah yang dilakukan TUHAN sebagai Gembala Israel yang baik?
2. Mengapakah TUHAN tetap menjadi Gembala yang baik walaupun Israel tidak selalu setia?

Renungan

Pada waktu itu para pemimpin/penguasa Israel disebut sebagai gembala-gembala (ro’e) Israel. Seharusnya mereka adalah representasi kehadiran TUHAN yang memimpin umat-Nya. Akan tetapi para pemimpin Israel melakukan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan gambaran peran gembala. Mereka tidak membangun kesejahteraan umat. Mereka menggunakan kekuasaan untuk kepentingan diri mereka sendiri dan tidak peduli pada nasib seluruh bangsa. Hal ini bisa kita lihat dalam Yeheskiel 34:1-6. Mereka mengambil keuntungan dari domba-domba namun tidak menggembalakannya. Mereka tidak menguatkan yang lemah. Mereka tidak mengobati yang sakit, mereka tidak membalut yang luka. Mereka tidak mencari dan membawa pulang yang tersesat dan hilang. Mereka menginjak-injak domba-domba dengan kekerasan dan kekejaman sehingga domba-domba berserakan, tanpa ada yang memperhatikan dan mencari.

Melihat kondisi yang demikian, TUHAN ingin mengajar mereka. TUHAN memberikan teladan kehidupan seorang Gembala yang baik. Gembala yang baik adalah gembala yang memperhatikan domba-dombanya yaitu mencari dan menyelamatkan yang tersesat dan hilang, mengumpulkan mereka yang tercerai, membimbing mereka ke padang rumput hijau di tanah air mereka. Sang Gembala membalut yang luka, menguatkan yang sakit dan melindungi semua. Semua tindakan ini dilakukan karena TUHAN menginginkan umat selamat dan sejahtera.

Apakah Saudara merasakan karya TUHAN sebagai pemimpin kehidupan yang menggembalakan kita semua? Sudahkah Saudara mensyukurinya? Mari mensyukurinya dengan menjadi pemimpin yang menggembalakan. Inilah pelayanan yang lebih mementingkan kesejahteraan orang lain daripada kesejahteraan diri sendiri.

Saat ini semakin sulit kita menemukan figur pemimpin yang menggembalakan masyarakat dengan baik. Oleh karena itulah kita yang sudah merasakan karya TUHAN sebagai Pemimpin dan Gembala yang baik, sudah selayaknya apabila kita mewujudkan kehidupan dan karya yang menggembalakan: melayani dan mensejahterakan orang lain. Kita dapat mempraktekkan itu mulai dari keluarga, gereja dan masyarakat. Sanggupkah Saudara?

Marilah kita terus menghayati betapa penting menjadi pemimpin yang berkarya sebagai gembala yang baik. Untuk itu mari menutup renungan hari ini dengan menyanyi: Gembala yang baik bersuling nan merdu ( KJ 415)

Gembala baik bersuling nan merdu, membimbing aku pada air tenang
Dan membaringkan aku berteduh di padang rumput hijau berkenan

Refrein:

O gembalaku itu TUHAN-ku, membuat aku tentram hening
Mengalir dalam sungai kasihku, kuasa damai cerlang bening

Marilah membangun negeri ini dengan karya kepemimpinan yang menggembalakan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»