suplemenGKI.com

Sabtu, 2 Juli 2011

Matius 11:16-19

Ada kalimat bijak yang mengatakan :” kesempatan tidak akan datang keduakalinya”. Kalimat bijak ini mau menegaskan akan pentingnya manusia menggunakan kesempatan sebaik-baiknya agar tidak terjadi penyesalan di kemudian hari. Bacaan hari ini mengajak kita merenungkan tentang hal itu.
Pendalaman Teks Alkitab


1. Ayat 16-17: Bagaimanakah tanggapan masyarakat pada jaman itu terhadap kedatangan Yohanes dan YESUS?
2. Ayat 18-19: Mengapa mereka tidak peka melihat kasih ALLAH yang sedang menyelamatkan mereka?

Renungan

Sesungguhnya ALLAH tidak pernah berhenti berkarya untuk mengasihi dan menyelamatkan manusia. Sayangnya manusia tak selalu menyadari cara ALLAH bekerja. Hal ini terjadi karena manusia terlalu mengandalkan pengetahuan dan kemampuannya sendiri. Itulah yang dikritik oleh TUHAN YESUS dalam bacaan hari ini.

Injil Matius menceritakan tentang ketidakpekaan umat ALLAH pada masa itu terhadap cara kerja ALLAH yang sedang menyelamatkan mereka melalui utusan ALLAH. Kehadiran TUHAN YESUS diacuhkan. Hati manusia terlalu degil, tak ada kerendahan hati dan kasih. Rencana ALAH tidak diindahkan. Dengan pongah manusia menilai tindakan ALLAH serba salah, baik dalam kehadiran Yohanes maupun YESUS, Sang Anak ALLAH sendiri. Mereka tidak ingin mendengarkan kebenaran, dan dengan mudah mereka menemukan alasan untuk tidak mendengarnya. TUHAN YESUS sedih melihat kedegilan hati manusia pada waktu itu.

Sesungguhnya mereka diberi kesempatan untuk merasakan kehadiran ALLAH yang sedang bekerja menyelamatkan namun mereka sibuk mencari-cari kesalahan utusan ALLAH. Oleh karena itulah mereka tidak menemukan ALLAH. Mereka kehilangan kesempatan berharga untuk mengalami karya keselamatan sebab mereka menutup kesempatan itu dengan pikiran mereka sendiri. Mereka tidak menyerahkan hati dan pikiran untuk mengerti dan menyelami karya ALLAH. Mereka membatasi karya ALLAH dengan pikiran mereka sendiri.

Apakah Saudara peka melihat cara ALLAH bekerja? ALLAH bekerja melalui banyak cara namun manusia cenderung membatasi cara kerja ALLAH dengan keterbatasan pikirannya karena merasa tahu segalanya tentang ALLAH.

Apakah Saudara berjumpa dengan ALLAH hari ini? Ada orang yang membayangkan bahwa berjumpa dengan ALLAH harus berada di ruang doa atau di ruang kebaktian gereja, padahal ALLAH ada di mana-mana juga dalam keseharian kita; di rumah, di dapur, di tempat kerja, di jalanan dan di manapun. Apakah Saudara menyaksikan ALLAH bekerja hari ini? Ada orang yang menganggap ALLAH bekerja jika ada mujizat yang spektakuler, padahal ALLAH bekerja melalui banyak cara. Bahkan ALLAH bekerja melalui diri kita yang dipakai untuk menghadirkan kasih dan keselamatan bagi orang lain.

Mari peka menanggap kehadiran dan cara kerja ALLAH agar kita terus merasakan kasih dan keselamatan yang dianugerahkan-Nya. Jangan batasi cara kerja ALLAH dengan konsep pemikiran manusia, sebab ALLAH tak terbatasi oleh apapun. Kasih dan kuasa-Nya sungguh dalam dan tak terselami oleh siapa pun. Hikmat dan pemikiran-Nya sungguh tak terselidiki.

Jika kita ingin mengalami kehadiran ALLAH dan karya-Nya setiap hari maka kita perlu membuka hati dan pikiran seluas-luasnya agar menjadi peka terhadap cara ALLAH bekerja.

Orang yang merasa mengetahui segala sesuatu sesungguhnya tidak tahu apa –apa

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*