suplemenGKI.com

selamatkan lingkungan gki residen sudirmanselamatkan lingkungan gki residen sudirmanselamatkan lingkungan gki residen sudirman

1 Yohanes 2:1-6
Kesaksian Yohanes pada perikop di atas lebih menekankan pada kasih Allah yang dinyatakan lewat anakNya Yesus Kristus (1:7, 2:1-2)

Yohanes juga bersaksi bahwa Allah adalah Terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan. Allah mau supaya kitapun hidup di dalam terang. Artinya, hidup kita benar, tidak berbuat dosa. Tidak berkata dusta dan tidak melakukan ketidakbenaran.

Pada masa kini, ketidakbenaran itu sangat sukar ditemukan. Ketidakbenaran tidak lagi muncul secara transparan. Ada kalanya ketidakbenaran itu berada di atas bahkan di dalam kebenaran. Ketidakbenaran bukan lagi dianggap sebagai barang haram. Ketidakbenaran yang mendompleng pada kebenaran menjadi sesuatu yang sah, legal. Bahkan itu ditemukan di berbagai bidang kehidupan. Apakah pelajar, pendidik, pegawai, pengusaha, pebisnis, politikus, rohaniwan, dan sebagainya.

Satu contoh. Yesus adalah Tuhan dan Jurus’lamat. Itu adalah sebuah kebenaran. Karena Dia adalah Tuhan dan Jurus’lamat sehingga setiap orang percaya haruslah percaya dan menerima Dia serta melakukan apa yang diperintahkan Nya. Dan adalah seorang yang lain yang dengan motivasi lain bahkan salah, yaitu memanfaatkan nama Yesus untuk mendapatkan keuntungan besar secara finansial. Nama Yesus menjadi pelaris dagangannya. Nama Yesus menjadi pelicin bisnis kotornya.. Demikian halnya ketika pihak tertentu yang mengkampanyekan tentang pelestarian lingkungan. Program Pelestarian lingkungan menjadi ladang yang subur untuk meraup keuntungan pihak-pihak tertentu.

Inilah yang disebut ketidakbenaran yang mendompleng pada kebenaran. Itu semua adalah dosa

Manusia telah berdosa bahkan dosanya sangat besar. Namun karena Kasih Allah di dalam Yesus sehingga manusia diberi pengampunan atas dosanya. Tidak cukupkah Yesus tersalib untuk kita? Akan kah kita menyalibkan Dia untuk kedua kalinya? Itu lah yang menjadi perenungan kita bersama.

Namun, sebagai orang yang hidup di dalam terang hendaklah hidup kita juga bersesuaian dengan kehendak terang itu. Terang itu adalah Allah itu sendiri. Allah mau supaya kita hidup melakukan fimanNya. Mengasihi dan menghargai keberadaan diri sendiri, sesama, Mengasihi dan menghargai lingkungan di sekitar kita, dan semua yang dihadirkan bagi kita adalah wujud menjalankan firman Allah tersebut. Hiduplah di dalam Anugerah Kasih-Nya dan Hormatilah karya ciptaan-Nya.

Tuhan memberkati.

jps

MARI SELAMATKAN BUMI :
1. SAVE OUR PLANET [75 Cara menyelamatkan Bumi]
2. 50 Tips Menyelamatkan Dunia
3. Kutub Utara Diramalkan Akan Kehilangan Esnya Antara Tahun 2008-2012
2. Tips Menyelamatkan Bumi Kita
3. Tips Ramah Lingkungan
4. Bagaimana cara menyelamatkan lingkungan hidup secara efektif ?

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

1 Comment for this entry

  • sukatmi says:

    kehidupan manusia seiring waktu berjalan kadang mengikuti cara pola berpikirnya kemajuan zaman, seringkali kita melupakan hal yg paling pokok didalam pelayanan,realitas dlm penghidupan gereja tak bisa ditentukan hanya cukup dgn memberikan renungan dan doa syafaat tanpa ada perkunjungan diantara saudara seiman pembangunan tubuh gereja tidak akan berfungsi dan menjadi berkat bagi sesama yg membutuhkan uluran tangan..hanya melihat segi luaran tanpa inkripsif..Allah hanya dijadikan subyek dlm kehidupan,semakin kita menuntut Tuhan dan dijenuhi oleh Tuhan maka kita semakin maju satu langkah dan disusun oleh Yesus Kristus menjadikan Allah sebagai objek sasaran yang paling utama dlm penghidupan menggereja..perlu diingat gereja adalah diri kita dan umat yang percaya bukan gedung megahnya…AMIEN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*