suplemenGKI.com

Sabtu, 19 Oktober 2013

2 Timotius 4:1-5

PENGANTAR

Seringkali kita berupaya menghindar dari kesukaran. Tidak ada orang yang suka bermain-main dengannya. Namun hari ini firman Tuhan mengajak kita melihat kesukaran dari sudut pandang Tuhan, yaitu Ia memanggil kita anak-anakNya untuk tetap melakukan hal yang mulia meski berada dalam kesukaran dan bahaya-bahaya yang mengancam.

 

PEMAHAMAN

  1. Ayat 3-5: Apakah ciri-ciri kesesatan zaman akhir yang disebutkan disini?
  2. Ayat 2 dan 5: Dalam keadaan yang seperti itu, tugas pelayanan apa yang harus diemban dengan setia?
  3. Ayat 1: Apa yang menjadi penekanan Paulus dari pesannya ini sehingga ia menyebut tentang “di hadapan Allah yang akan menghakimi orang yang hidup dan mati…”?

Surat 2 Timotius adalah surat terakhir yang ditulis oleh Rasul Paulus ketika ia kembali berada di penjara di Roma. Penganiayaan yang dilakukan Nero membuat banyak orang Kristen menghadapi pilihan untuk menderita atau meninggalkan iman. Belum lagi dengan berbagai bentuk kesesatan yang muncul, dimana orang mengedepankan kesenangan hati mereka hingga memutarbalikkan kebenaran. Ketika orang tidak lagi bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah, betapa mengerikannya gambaran kehidupan yang demikian. Karena itu Rasul Paulus bukan hanya menegaskan agar Timotius dan kita semua terus berpegang pada Alkitab. Ia juga mendorong dan meyakinkan Timotius dan kita semua agar tetap setia memberitakan Injil. Kesetiaan menunaikan tugas pelayanan itu hanya akan mungkin terjadi bila kita belajar dan berlatih untuk bisa menguasai diri dalam segala hal, dan penguasaan diri itulah yang membuat kita mampu sabar menghadapi segala tantangan dalam melayani Tuhan. Sebagaimana Paulus yang sampai akhir hidupnya setia membela Injil Tuhan, dan melakukan estafet pelayanan.  Pesan ini diperkuat Paulus dengan mengingatkan kita bahwa ada Tuhan yang menghakimi segala yang kita kerjakan dan yang tidak kita kerjakan dalam hidup ini. Karena itu beranilah menyatakan kebenaran dan kesalahan, bukan dengan arogansi melainkan dengan sabar dan sedia mengajar atau menuntun orang lain.

 

REFLEKSI

Renungkanlah hal-hal apa yang belakangan ini membuat Anda lelah dalam melayani Tuhan? Adakah kesusahan Anda lebih besar dari Tuhan Yesus, Paulus dan Timotius? Jika tidak, percayalah bahwa Anda pun bisa terus melayani dengan setia, karena Ia yang memanggil Anda tahu sulitnya melayani dan senantiasa menyertai Anda.

 

TEKADKU

Kini aku memohon pertolonganMu Tuhan agar aku kuat dan terus maju. Kesulitan yang kuhadapi dalam melayani tidak sebanding dengan yang Engkau jalani. Karena itu aku yakin Engkau yang mempercayakan ini kepadaku akan terus memperlengkapi dan menyertaiku, sehingga pelayanan yang kulakukan semuanya adalah karena Engkau dan untuk Engkau, Tuhanku yang Agung.

 

TINDAKANKU

Setelah ini, berilah penguatan kepada seseorang (rekan pelayanan) yang mungkin Anda ketahui sedang lelah dalam melayani Tuhan.

 

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*