suplemenGKI.com

Jumat, 10 September 2010; 1 Timotius 1:3-11

Rasul Paulus sedang berada dalam perjalanan misinya menuju Makedonia. Nampaknya ini adalah perjalanan misi yang ketiga, di mana sebelum berangkat ke Makedonia ini ia telah mengunjungi Efesus terlebih dahulu (Kis. 20) sehingga memahami pergumulan Jemaat tersebut. Dengan latar belakang seperti inilah kemudian rasul Paulus bersurat kepada Timotius untuk meminta Timotius pergi ke Efesus.

- Mengapa rasul Paulus mendesak Timotius untuk tinggal di Efesus?

- Adakah panduan secara umum yang diberikan rasul Paulus untuk menilai sehat tidaknya sebuah pengajaran itu?

- Menurut bacaan kita hari ini, apakah fungsi dari hukum Taurat?

Renungan:

Usia Gereja pada waktu itu masih terbilang belia, akan tetapi sudah bermunculan berbagai pengajaran yang bertentangan dengan azas-azas pengajaran iman Kristen. Menghadapi situasi yang demikian, rasul Paulus meminta Timotius untuk dapat tinggal di Efesus agar dapat memelihara iman Jemaat Efesus dengan memberikan pengajaran yang sehat.

Agar Timotius dapat mengemban tugas tersebut dengan baik, Paulus memberikan cara-cara praktis. Untuk dapat mengetahui apakah pengajaran tersebut sehat atau tidak, bukan dilihat dari seberapa ramai pengajaran itu dibicarakan melainkan apakah pengajaran tersebut membawa kita pada kehidupan yang tertib dan makin teguh dalam iman kepada Kristus.

Pada waktu itu ada golongan tertentu yang mengutamakan garis keturunan. Bagi mereka, adalah suatu kebanggaan ketika mereka dapat menjelaskan siapakah nenek moyang mereka dan apa saja yang sudah dilakukan leluhur mereka itu. Pembicaraan yang demikian itu dapat memakan waktu yang cukup lama, tapi tidak memberikan dampak apa-apa bagi kehidupan. Adalah sia-sia kalau orang dapat membuktikan bahwa dirinya adalah keturunan Yahudi asli, bahkan dapat menunjukkan bahwa dia adalah keturunan Abraham langsung, apabila kehidupannya tidak menunjukkan iman yang dimiliki Abraham tersebut.

Ada pula kelompok tertentu orang Yahudi yang memberikan pengajaran Taurat. Akan tetapi apa yang mereka ajarkan kehilangan esensinya. Taurat pada dasarnya adalah sesuatu yang baik, karena Taurat adalah pemberian Allah. Hukum Taurat juga diberikan Allah dengan maksud yang baik, untuk menunjukkan dosa dan bahwa manusia tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri karena ketidakmampuan untuk memenuhi seluruh hukum Taurat. Seharusnya mereka yang mempelajari Taurat semakin menyadari kelemahan mereka dan kebutuhan akan Juruselamat. Dengan demikian Taurat membimbing orang berdosa kepada Kristus. Namun sama seperti orang Farisi pada jaman Tuhan Yesus, mereka yang belajar tentang Taurat merasa diri sudah cukup dan menganggap diri sebagai orang benar. Dengan demikian Taurat malah menjadi penghalang orang datang kepada Kristus.

Pengajaran seperti apa yang kita miliki selama ini? Apakah pengajaran tersebut membuat kita semakin mengenal kelemahan diri dan membutuhkan uluran tangan kasih Allah?

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*