suplemenGKI.com

Rabu, 29 September 2010
Mazmur 37:1-2

Pernahkah Saudara marah kepada orang-orang yang berbuat jahat? Seringkali kita tidak rela melihat kehidupan orang jahat dipenuhi kelimpahan berkat dan kesuksesan sedangkan orang benar justru mengalami keterpurukan. Lihatlah bagaimana orang merampas dan menjarah harta orang lain dan mereka menganggap itu adalah tindakan yang sah sebab orang-orang kaya itu sudah merampas hak orang miskin. Setujukah Saudara dengan sikap ini?
Ayat 1 : Mengapa tidak boleh marah kepada orang yang berbuat jahat dan tidak boleh iri hati
kepada orang yang berbuat curang?
Ayat 2: Bagaimanakah gambaran kehidupan masa depan orang jahat dan curang?

Renungan


Pemazmur mewakili orang-orang benar yang sering melihat bahwa orang-orang yang berbuat jahat dan bertingkah laku buruk hidupnya justru berhasil. Mereka heran bagaimana mungkin orang-orang yang tidak takut akan TUHAN memperoleh kesuksesan hidup, berkat dan suatu kebahagiaan. Bukankah ALLAH itu adil dan sumber berkat bagi mereka yang hidup benar dan tulus hatinya?

Orang-orang benar sering menganggap bahwa kehidupan ini tidak adil. Oleh karena itu kesuksesan yang dialami oleh orang-orang jahat kemudian membangkitkan amarah di dalam hati orang-orang benar. Bahkan kadang-kadang orang-orang benar ingin melakukan pembalasan sebagai ganjaran bagi orang-orang yang hidup tidak benar. Kalau mereka berlaku buruk, mengapa kita juga tidak membalas orang-orang jahat dengan cara yang buruk pula?

Dalam situasi demikian, pemazmur memberi nasihat: “ Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang, sebab mereka segera lisut seperti rumput dan layu seperti tumbuh-tumbuhan hijau “ ( ayat 1-20).
Pemazmur ingin menegaskan bahwa keadaan yang kacau ini hanya sementara. TUHAN akan menghukum orang fasik di masa depan. Menang sepintas tampaknya orang jahat akan hidup sukses tetapi sebenarnya mereka segera lisut seperti rumput dan layu seperti tumbuh-tumbuhan hijau.
Realitas hadirnya orang-orang jahat tidaklah jauh dari kehidupan kita, bahkan kadang di tengah keluarga pun kita mendapati adanya kejahatan. Misalnya, seorang suami yang melakukan tindak kekerasan terhadap istri dan anak-anaknya, ini adalah perbuatan jahat. Suatu kali ada seorang istri yang marah kepada TUHAN karena dia hidup bersama suaminya yang kasar dan tidak bertanggungjawab. Si suami tidak mau bekerja, namun setiap hari minta uang kepada istri untuk membeli rokok dan minum-muniman keras. Jika si istri tidak memberikannya, maka ia dihajar habis-habisan. Kehidupan seperti ini berjalan lebih dari 15 tahun. Namun si suami tampak sehat dan gembira. Sementara itu istri yang bekerja keras bagi keluarga, kini mulai sakit-sakitan sehingga sama sekali tidak dapat menikmati hidup bahagia. Dalam kondisi yang seperti ini, apakah si istri tidak boleh marah? Sungguh situasi yang tidak mudah dihadapi.

Betapa banyak orang di jaman sekarang yang gampang terpesona kesuksesan duniawi. Bahkan orang mengejar kesuksesan dengan cara-cara yang tidak benar. Misalnya, ada koruptor yang hidup bergelimang harta, penipu yang hidupnya kelihatan mewah. Sebaliknya orang-orang yang hidup benar berada dalam hidup yang berkekurangan. Hal seperti ini bisa menggoncangkan iman orang-orang benar. Akan tetapi ingatlah bahwa sesungguhnya iman sejati tidak tergantung pada situasi. Dengan demikian orang beriman tidak gampang terpesona melihat kesuksesan duniawi. Jika orang sungguh-sungguh beriman, maka hidupnya digantungkan dan diserahkan kepada TUHAN, Sang Penguasa kehidupan.

Di tengah berbagai tantangan dan godaan di jaman ini, amatlah penting untuk memiliki iman sejati agar tidak mudah terombang-ambingkan oleh berbagai kemilau hidup duniawi. Gaya hidup instan seringkali membawa orang untuk mengambil jalan pintas dan tidak mau berjuang dalam kebenaran demi kesuksesan hidup di dunia. Oleh karena itu amatlah penting untuk membawa seluruh anggota keluarga terus bertekun dalam iman yang sejati agar tidak gampang terpesona kemilau kesuksesan para pelaku kejahatan.

Orang beriman akan lebih memilih kehidupan kekal bersama TUHAN daripada kemilau kesuksesan yang yang sementara.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*