suplemenGKI.com

Selasa, 28 September 2010
Habakuk 2:1-4

Menanti jawaban TUHAN dalam pergumulan iman sesungguhnya mendatangkan kegelisahan. Masihkah kita mampu bertahan dalam iman dan pengharapan manakala berada dalam pergumulan iman yang panjang?
Ayat 1 : Bagaimanakah sikap Habakuk ketika menunggu jawaban TUHAN?
Ayat 2- 4 : Apakah jawaban TUHAN atas pertanyaan-pertanyaan Habakuk?

Renungan :
Habakuk menunggu jawaban TUHAN dengan sopan dari tempat pengintaian. Pentingnya menunggu ditekankan. Nabi merasa wajib menemukan jawaban untuk masalah yang mengganggunya. Dan ALLAH menjawab pertanyaan-pertanyaan Habakuk dengan memberikan penglihatan.
ALLAH meminta Habakuk menuliskan penglihatan itu dan mengukirkannya di atas loh batu supaya orang-orang yang berjalan di sekitar dapat membacanya ( ayat 2 ). Jawaban TUHAN langsung dan jelas sehingga dapat dituliskan dengan huruf besar dan dapat dibaca dengan mudah. Penglihatan yang dinyatakan ALLAH tersebut tidak langsung terjadi namun membutuhkan waktu penggenapan. Habakuk diingatkan ALLAH agar dia menyadari bahwa waktu TUHAN berbeda dengan waktu manusia. Jadi tidak benar apabila Habakuk memaksa ALLAH untuk segera menjawab dan bertindak menurut kehendak dan keinginannya. TUHAN ingin Habakuk mengerti bahwa pada saatnya ALLAH akan bertindak, walau sekarang belum dimengerti. Oleh karena itu ayat 3 menunjukkan pentingnya menunggu dengan sabar karena pada akhirnya kebaikan TUHAN akan menjadi kenyataan. Umat ALLAH dipanggil untuk hidup berdasarkan iman yaitu menanti dengan sabar dan merespon dengan penuh percaya saat ALLAH bertindak. Ayat 4 mengatakan “ Orang yang benar akan hidup oleh percayanya”.
Kehidupan iman tidak lepas dari situasi kritis dimana umat dipanggil untuk menanti dengan iman di antara pertanyaan dan jawaban sebagai bagian yang dibutuhkan dalam kehidupan umat percaya. Memang hidup beriman bukanlah kehidupan yang instan.
Adakah jawaban TUHAN yang sekarang ini sedang Saudara nantikan? Jangan larut dalam resah dan gelisah karena ALLAH sedang bekerja. Karya ALLAH penuh misteri. Yang bisa kita lakukan adalah menyerahkan hidup kepada-Nya di tengah ketidakmengertian kita. Itulah iman. Kita tidak bisa memaksakan kehendak kepada TUHAN, karena hidup kita berada di bawah kekuasaan TUHAN.
Setiap keluarga berada dalam pergumulan iman yang berbeda. Ada banyak masalah keluarga yang kita doakan namun tidak semuanya segera dijawab TUHAN menurut keinginan kita. Kadang-kadang kita kurang sabar menanti jawaban TUHAN. Apakah saat ini Saudara sedang menanti jawaban TUHAN? Jangan putus asa, teruslah berdoa, beriman dan berharap. Tekun berdoa dalam iman dan pengharapan membuat kehidupan kita semakin kokoh. Iman yang teruji kualitasnya adalah iman yang telah melalui proses perjuangan untuk terus percaya kepada TUHAN walaupun berada dalam penantian yang panjang akan tindakan kebaikan TUHAN.
Ingatlah penantian panjang Simeon dan Hana ( Lukas 2:25-38) dalam menanti jawaban TUHAN. Dengan penuh kesabaran mereka tetap bertekun dalam iman dan pengharapan. Mereka tidak kecewa karena TUHAN tidak segera menjawab. Bahkan penantian terus dilakukan sampai usia lanjut. Inilah hidup beriman: tetap percaya walau belum melihat.

Lanjutkanlah perjalanan hidup beriman dengan setia menanti jawaban TUHAN

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

1 Comment for this entry

  • saya sedang dalam pergumulan untuk menantkan jawaban Tuhan sebagai manusia serng ragu bimbang kecewa bahkan putus asa,Tuhan mengingatkan perlu kesabaran dalam menantkan sebuah kepastian dalam pergumulannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*