suplemenGKI.com

 

Rabu, 08 Januari 2014

Mazmur 29:1-9

PENGANTAR

Menyanyi disukai oleh semua orang baik yang bersuara merdu maupun fals. Melalui nyanyian, orang bisa meluapkan emosi dari dalam hati.  Menyanyi bisa dilakukan kapan saja, saat sedih, galau, gembira maupun bersukacita.

PEMAHAMAN

Ayat 1- 2: Daud menyapa dan mengajak siapakah untuk memuliakan Allah? Bagaimanakah kita memuliakan Allah?

Ayat 3 – 9: Hal-hal apakah yang membuat Daud begitu bersemangat untuk memuliakan Tuhan? Dan mengapa hal itu harus dilakukan?

Bacaan ini merupakan salah satu bagian dari Mazmur Daud yang merupakan nyanyian Daud akan kebesaran Allah. Ia juga mengajak kita untuk memuliakan Allah karena kebesaran-Nya atas kehidupan kita yang tak pernah terbatas dan hilang. Mazmur 29: 1 – 9 merupakan ajakan Daud untuk memuliakan Tuhan. Bahkan ajakan ini juga untuk para penghuni sorgawi. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada yang kedudukannya lebih tinggi dari pada Allah, selain Allah itu sendiri.

Mengapa Daud begitu bersemangat untuk memuliakan Tuhan? Mazmur 29 menyatakan bahwa Allah berkuasa di atas air yang besar (air bah, banjir), Allah lebih berkuasa dibandingkan pohon aras yang tinggi dan besar, Allah berkuasa atas gunung-gunung yang kokoh, Allah berkuasa atas padang gurun yang luas. Ia layak untuk dihormati karena Ia jauh lebih besar dari apa yang dipikirkan manusia. (air yang besar, pohon yang besar, padang gurun yang luas, dll). Bagi Daud, hanya dengan suaraNya, Tuhan mampu melakukan perbuatan-perbuatan yang luar biasa, seperti dapat mematahkan dan menumbangkan pohon, bahkan gunung dan padang gurun bergerak dan bagian dari ciptaan Allah yang lain pun menyaksikannya. Kebesaran Allah atas seluruh ciptaan inilah yang membuat Daud begitu bersemangat dan percaya diri untuk memuliakan Allah.

            Jika dibandingkan dengan kehidupan kita sekarang, sudahkah kita memuliakan Allah yang luar biasa itu? Sudahkah kita merasakan kebesaran Allah dalam hidup kita melalui karunia dan anugerah yang terus dilimpahkan-Nya bagi kita? Kata besar bukan diartikan secara harafiah, yaitu raksasa dan sebagainya. Tetapi Ia, Allah yang lebih besar dari penderitaan kita, lebih besar dari dosa kita, lebih besar dari kehidupan kita dan lebih besar dari segalanya. Banyak di antara kita yang kesulitan untuk memuji Allah, khususnya ketika kehidupan kita mengalami masa-masa sulit. Kita bahkan menjauhkan diri dari Allah. Ingatlah, bahwa memuliakan Allah bukan hanya pada masa-masa yang menyenangkan saja, tetapi muliakanlah juga Dia saat kita mengalami masa-masa sulit. Dengan demikian kita belajar menjadi orang yang tahu yang bersyukur akan segala hal yang terjadi. Hati yang penuh syukur membuat kita tangguh dan kuat.

REFLEKSI

Apakah setiap saat kita memazmurkan puji-pujian kepada Allah yang berkuasa atas seluruh ciptaan termasuk hidup kita?

TEKADKU

Allahku, tolonglah aku untuk senantiasa memuliakan-Mu dengan mulutku, hatiku, tanganku, karyaku dan hidupku.

TINDAKANKU         

Aku akan selalu menyanyikan pujian bagi Allah untuk mengungkapkan syukurku atas segala hal yang ada dalam hidup ini, yaitu keluarga, kesehatan, pekerjaan, keuangan, pendidikan anak-anak maupun pergumulan hidup ? “ Maka jiwaku pun memuji-Mu, sungguh besar Kau Allahku. Maka jiwa ku pun memuji-Mu, sungguh besar Kau Allahku.”



Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«