suplemenGKI.com

Kamis , 14 Mei 2015

Mazmur 1:4-6

Pengantar

Mazmur 1 mengemukakan dengan sangat kontras dua ekstrem jalan hidup yaitu jalan hidup orang benar dan orang fasik. Inilah kontradiksi kehidupan dua golongan manusia yang akan dilukiskan di sepanjang Kitab Mazmur.  Kemarin kita telah merenungkan kebahagiaan hidup orang benar. Hari ini kita akan merenungkan kembali keuntungan menjadi orang benar dengan melihat nasib orang fasik.

Pemahaman

  • Ayat 4-5: Bagaimanakah nasib orang fasik?
  • Ayat 6   : Apakah perbedaan jalan orang benar dan orang fasik?

Pemazmur menggambarkan jalan orang fasik seperti sekam yang ditiup angin. Berbeda dengan pohon yang tertanam dengan kokoh, orang fasik hilang, ditiup angin. Yang digambarkan adalah tempat pengirikan di sebuah bukit di mana angin dapat memisahkan sekam dari gandum. Pada bagian ini murka ALLAH (penghakiman dan penghukuman ALLAH) dibandingkan dengan angin kencang yang menerbangkan sekam saat gandum, jelai dsb ditampi. Dalam bentuk kalimat paralel, kedua golongan yaitu orang fasik dan orang berdosa tidak mempunyai bagian dalam kumpulan orang benar. Sementara ALLAH mengenal atau memperhatikan jalan orang benar, orang fasik hanya ikut arus saja hingga akhirnya binasa.

Siapakah orang fasik? Orang fasik adalah golongan manusia yang mewakili jalan dan nasihat dunia, yang tidak tinggal dalam Firman ALLAH. Mereka  tidak mendapat bagian dalam perkumpulan umat ALLAH (ayat 4-5). Orang benar itu dikenal dan diberkati ALLAH, tetapi orang fasik tidak memperoleh bagian dalam kerajaan ALLAH (1 Kor 6:9) sehingga akan binasa (ayat 6). Pemisahan di antara kedua jenis orang ini akan ada sepanjang sejarah penebusan hingga kekal. Semoga tidak ada seorang pun diantara kita yang menjalani kehidupan sebagai orang fasik.

Refleksi:

Bila kita mengamati kehidupan sehari-sehari  baik kita saksikan langsung ataupun melalui media massa, manakah yang lebih banyak kita jumpai? Kehidupan orang benar ataukah kehidupan orang fasik? Manakah yang juga mencerminkan kehidupan Saudara? Bercerminlah, tataplah wajah Saudara dan lihatlah apakah wajah Saudara mencerminkan wajah orang benar atau wajah orang fasik?

Tekadku

Ya TUHAN, tolongkah aku agar selalu berani berjuang menghadapi segala tantangan dan kesulitan dengan komitmen iman sebagai orang benar. Sekalipun orang mengatakan, “zaman iki zaman edan, sopo sing ora edan ora keduman”, aku tidak mau menjadi menjadi orang edan sebab aku tahu jalanku adalah jalan kebenaran.

Tindakanku.

Aku akan memotivasi diriku setiap hari dengan berkata: “Berjuanglah menghadapi tantangan dan kesulitan tanpa jatuh dalam kefasikan sebab TUHAN telah mengarahkan langkahku di jalan kebenaran Firman-Nya!”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»