suplemenGKI.com

Matius 2:1-12

Hari ini kita memasuki penghujung masa raya Natal, yaitu hari raya Epifani yang pada tahun 2013 ini jatuh tepat pada hari Minggu pertama. Di hari Epifani,kita memperingati manifestasi atau penampakan Tuhan kepada umat-nya. Terkait dengan itu, hari ini kita akan napak tilas perjalanan para majusi (orang-orang majus) yang datang ke Betlehem untuk menyembah Yesus.
Siapakah orang-orang majus ini? Meskipun identitas mereka dalam perikop ini tidak diceritakan dengan rinci, namun sangat jelas bahwa mereka bukanlah orang-orang Yahudi. Sebagian besar penafsir setuju bahwa mereka adalah orang-orang yang memiliki status sosial yang cukup terhormat. Mereka datang dari Timur, yaitu dari daerah Persia, yang sekarang kita kenal sebagai wilayah negara Iran dan Irak. Mereka adalah “orang-orang asing pertama” yang datang kepada Yesus. Kehadiran para majusi ini menggenapi nubuat nabi Yesaya, “Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu.” (Yes. 60:3).
Bagi para pembaca Injil Matius pada masa itu, khususnya orang-orang Yahudi yang masih sulit menerima Kristus, kedatangan para majusi ini merupakan cermin sekaligus teguran keras: Orang-orang asing pun datang menyembah Yesus, namun engkau malah menolak-Nya. Bagi kita, pembaca Injil Matius masa kini, kedatangan para majusi ini pun memberikan teguran yang tidak kalah kerasnya: Jika mereka yang belum mengenal Yesus pun sedemikian serius menyembah Dia, bagaimanakah sikapmu yang mengaku sebagai murid-Nya?Padahal, untuk bertemu dengan Yesus, para majusi ini harus menempuh jarak ribuan kilometer dengan fasilitas yang serba terbatas. Namun, kerinduan mereka berjumpa dengan Yesus mengalahkan semua kesulitan tersebut. Bandingkan dengan kita yang hanya perlu menempuh perjalanan belasan atau puluhan kilometer dengan kendaraan yang nyaman.Namun, kenyataannya, kerinduan kita berjumpa dengan Yesus sering kali kalah oleh rasa malas atau urusan-urusan lain yang nampaknya lebih penting dan lebih menarik untuk dikerjakan.
Selain mendorong kita untuk memberi prioritas lebih besar bagi waktu-waktu ibadah kita dan lebih bersungguh-sungguh melakukannya, perjalanan orang-orang majus ini juga mengingatkan kita bahwa di sekitar kita masih banyak “orang-orang asing” yang belum mengenal Kristus. Orang-orang asing yang belum mengenal Kristus inilah yang menggerakkan hati Rasul Paulus untuk mengabarkan Injil kepada mereka. Paulus yakin bahwa “… orang-orang bukan Yahudi, karena Berita Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus.” (Efesus 3:6). Sesungguhnya, panggilan yang sama juga berlaku bagi kita. Itulah sebabnya Tuhan menempatkan kita di antara orang-orang yang belum mengenal Dia. Sesungguhnya, tidak sedikit dari mereka juga ingin berjumpa dengan Kristus, namun tidak tahu bagaimana caranya. Kita yang telah mengenal Yesus adalah “pemandu yang terbaik” untuk membawa “orang-orang asing” di sekitar kita untuk berjumpa dengan-Nya.
Di hari raya Epifani ini, mari kita syukuri kehadiran Yesus di dalam kehidupan kita. Mari kita lebih bersungguh-sungguh beribadah kepada-Nya. Mari kita menyediakan diri untuk menjadi pemandu bagi “orang-orang asing” agar mereka pun berjumpa dengan Dia. (TW)

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*