suplemenGKI.com

Kamis, 11 Maret 2010; 2 Korintus 5:14-21

Perikop yang menjadi bahan perenungan kita hari ini oleh Lembaga Alkitab Indonesia diberi judul Pelayanan Pendamaian. Hal ini memberikan kesan adanya suatu kondisi yang tidak damai, dan memang demikianlah adanya. Beberapa rasul palsu (2Kor. 11:13) yang merasa diri tiada bandingnya (2Kor. 11:5) telah mengajarkan Injil yang berbeda dan menentang serta menantang otoritas rasul paulus.

  • Apakah motivasi Paulus dalam memberitakan Injil (ay. 11, 14)? Bandingkan pula motivasi ini dengan yang disebutkan dalam pasal 2:17 dan 5:12!
  • Bagaimana kita tahu bahwa kita ada di dalam Kristus? Apakah yang dimaksud dengan “yang lama” dan “yang baru” dalam ayat 17?
  • Pengajaran apa yang disampaikan Paulus dalam ayat 15-17 tentang Kristus dan juga respon kita kepada-Nya? Bandingkan juga dengan Roma 6:5-13.
  • Apa yang dikerjakan Allah melalui Kristus (ay. 18), melalui kita (ay. 20) dan bagi kita (ay. 17-18)?

 

Renungan:

Suatu tindakan yang dilakukan seseorang pada umumnya dilandaskan pada suatu maksud tertentu yang biasa kita sebut dengan motivasi. Namun demikian, meski tindakan yang dilakukan sama, motivasi yang ada di balik tindakan tersebut belum tentu juga sama. Motivasi orang dalam melakukan sesuatu memang bermacam-macam, termasuk dalam melakukan pelayanan. Ada orang yang terlibat dalam pelayanan untuk membunuh waktu atau mengisi kekosongan waktu. Ada pula orang yang aktif melayani karena ingin mencari pujian bagi diri sendiri. Sementara yang lain giat dalam pelayanan karena kedudukan, dsb.

Bagaimana dengan rasul Paulus? Dengan tegas ia menyatakan bahwa pelayanannya itu dilandasi oleh pendamaian yang dilakukan Kristus yang kemudian juga dipercayakan kepadanya (ay. 18-19). Karena itu rasul Paulus melihat dirinya sebagai utusan Kristus, yang juga berperan sebagai perpanjangan tangan Kristus, untuk mendamaikan orang lain dengan Allah (ay. 20).

Muara pelayanan rasul Paulus bukanlah egosentris, agar orang lain berdamai dengan dirinya, melainkan Theosentris, yaitu agar orang lain diperdamaikan dengan Allah. Hal ini sangat jelas ketika rasul Paulus menyerukan berita pelayanannya: “Berilah dirimu didamaikan dengan Allah” (ay. 20).

Berita pelayanan yang diserukan oleh rasul Paulus adalah berita yang dibutuhkan oleh semua orang. Setiap orang berdosa perlu didamaikan dengan Allah, karena setiap orang berdosa pada dasarnya adalah musuh Allah. bukankah pada dasarnya dosa adalah suatu pemberontakan? Jadi, setiap orang yang berdosa adalah seteru Allah karena memberontak terhadap Allah. Melalui karya Kristus kita kemudian didamaikan dengan Allah, sehingga menjadi ciptaan yang baru.

Sebagai ciptaan baru, kita memiliki status baru, yaitu bukan lagi sebagai seteru Allah, tetapi anak Allah. Status baru itu ditengarai dengan paradigma yang baru pula, yaitu melandaskan seluruh kehidupan kita pada pendamaian Allah dan bertujuan untuk mendamaikan sesama dengan Allah.

 

Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! (Roma 11:36)

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*