suplemenGKI.com

Ketulusan Pelayanan

 

Lukas 3:15-20

 

Pengantar
Kata melayani dan pelayanan tentunya tidak asing bagi kita yang sudah lama bergereja, bahkan mungkin kita juga terlibat dalam pelayanan-pelayanan yang ada di gereja kita. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa untuk menjadi tulus dalam sebuah pelayanan tidaklah mudah, karena ada banyak kepentingan pribadi yang bisa ikut di dalamnya. Bagaimanakah dengan sikap Yohanes pembaptis dalam pelayanannya?

Pemahaman

Ay 15, apa yang dikatakan ayat ini tentang Yohanes?

Ay 16-17, apa yang Yohanes katakan tentang Yesus?

Ay 18-20, apa yang Yohanes lakukan dalam pemberitaan Injil dan apa akibatnya?

Ay 21-22, apa yang terjadi setelah Yesus dibaptis?

Yohanes pembaptis mengawali pelayanannya dengan menyuarakan bahwa Tuhan sudah dekat, dan memerintahkan untuk semua orang bertobat dan memberikan dirinya dibaptis untuk pengampunan dosanya masing-masing kepada Allah.

Seruan dari Yohanes pembaptis ini mendapat tanggapan yang positif, sehingga banyak juga orang yang memberikan dirinya dibaptis olehnya. Dari orang banyak itu akhirnya timbul pertanyaan dalam hati “apakah dia ini Mesias yang dinanti-nantikan tersebut?” Hal ini terjadi karena Yohanes berani menegur kesalahan mereka dan menasihati dengan kata-kata yang penuh kuasa. Mereka semua berharap bahwa dialah Mesias itu.

Yohanes memberikan jawaban bagi mereka bahwa ia bukan Mesias, membuka tali kasutNya pun ia tidak layak. Mesias datang lebih berkuasa dari padanya, Mesias akan membaptis mereka dengan Roh Kudus dan api. Mesias yang akan menampi orang-orang yang ada di dunia ini, Mesias pulalah yang akan memisahkan antara gandum (orang yang percaya) dan debu jerami (orang yang tidak percaya).

Yohanes terus melayani dengan ketulusan hatinya, sehingga banyak orang yang menjadi percaya dan senang dengan nasihatnya.

Namun bagi orang yang tidak mau berubah hidupnya menjadi baik, maka teguran dan nasihat Yohanes menjadi panah yang menusuk hatinya.

Bahkan kepada seorang rajapun Yohanes tidak takut untuk memberikan teguran dan nasihat baginya. Yohanes pernah mengingatkan akan dosa yang dilakukan oleh raja Herodes yang mengambil istri saudaranya yang bernama Herodias, juga mengingatkan akan kejahatan-kejahatan lainnya yang dibuat oleh raja Herodes.

Bagi Yohanes yang penting adalah menyampaikan berita pertobatan bagi banyak orang dan Allah mau menerima orang yang bertobat, bahkan Yohanes tidak menghiraukan apakah namanya menjadi terkenal atau tidak. Yohanes ingin terus dipakai Allah dan dapat melayani dengan ketulusan hatinya, apapun resikonya, ia hadapi dengan pertolongan Tuhan.

Refleksi
Renungkanlah! Sudahkah kita melayani dengan hati yang tulus?

Tekadku
Ya Tuhan, ampunilah kami kalau dalam melayani Engkau, kami masih mementingkan diri kami sendri dan sibuk mencari penghargaan manusia. Amin.

Tindakanku
Hari ini saya akan mengambil keputusan untuk melayani Tuhan dengan ketulusan hati saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«