suplemenGKI.com

BULATKAN TEKAD IKUT DIA

Markus 8:31-38

 

PENGANTAR
Kata kunci di era milenial adalah cepat, mudah dan praktis.  Dengan kemajuan digital dan internet, maka budaya instan lebih diutamakan dan diminati dibandingkan proses.  Sebagai pengikut Kristus, banyak orang juga ingin serba cepat, mudah dan praktis.  Segala keinginan atau kebutuhan yang disampaikan dalam doa ingin segera terpenuhi.  Jika tidak, barangkali mudah kecewa, putus asa, enggan berdoa, undur dari pelayanan bahkan melakukan cara-cara tidak berpadanan dengan kehendak Tuhan.  Bacaan hari ini mengajak melihat kembali sikap hidup sebagai murid Kristus.  Mari kita merenungkan!

PEMAHAMAN

  • Mengapa Tuhan Yesus memberitahukan penderitaan-Nya kepada para murid? (ayat 31)
  • Syarat seperti apa yang Tuhan Yesus tetapkan kepada para murid-Nya?  (ayat 34-35)
  • Apakah saat ini saudara sedang ragu atau tidak bersemangat ikut Dia?  Mengapa?

Penulis Injil Markus, menuliskan pengajaran Tuhan Yesus tentang Mesias yang menderita. Dalam perikop sebelumnya Tuhan Yesus bertanya kepada para murid tentang siapa diri-Nya.  Mereka sedang berada di Kaisarea Filipi. Kota ini adalah tempat politik penting di mana kaisar diakui sebagai Tuhan. Kaisarea Filipi juga semacam ‘supermarket’ berhala, tempat orang-orang memilih dewa-dewi untuk dibeli dan disembah. Maka, kita melihat bahwa pertanyaan Tuhan Yesus mengenai siapa diri-Nya diajukan pada konteks yang tepat agar para murid berpikir, merenung dan memiliki keyakinan siapa yang mereka ikuti.

Setelah mengatakan hal itu, Tuhan Yesus berkata di ayat 31 “…bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari.”  Mengapa Tuhan Yesus mempercakapkan tentang penderitaan-Nya?  Dia ingin mempersiapkan para murid.  Sebab orang-orang Yahudi meyakini Mesias datang dari keturunan Daud, yang diurapi dengan minyak yang kudus dari Allah, yang ditahbiskan menjadi raja untuk membawa kejayaan dan memulihkan Israel dari tekanan politik bangsa lain.  Tuhan Yesus mengatakan dengan terus terang kepada para murid, termasuk dengan keras menegur Petrus, agar memahami misi-Nya, memiliki konsep Mesias seperti yang Allah maksudkan dan siap menghadapi penolakan yang dialami Sang Mesias.

Untuk itulah maka Dia memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya mendekat, lalu berbicara mengenai harga yang harus dibayar untuk mengikut Dia.  Yaitu hidup menyangkal diri, memikul salib dan terus mengikut Dia (ayat 34).  Hidup menyangkal diri berarti mematikan keinginan tubuh, keinginan duniawi yang seringkali hanya memuaskan diri sendiri.  Sedangkan memikul salib artinya hidup mengikuti teladan-Nya dan menyesuaikan diri dengan kehendak-Nya.  Menyangkal diri dan memikul salib merupakan panggilan untuk mengarahkan hidup dari diri kepada Allah.  Akhir dari perjalanan mengikut Dia adalah kemuliaan bersama-Nya (ayat 36-38).

REFLEKSI
Mari merenungkan: apakah kita masih membulatkan hati ikut Dia?  Artinya, kita tidak bisa hidup menuruti keinginan dan kehendak diri sendiri tetapi harus selalu bersedia menyelaraskan dengan keinginan dan kehendak Allah.  Kita tidak bisa hidup instan, tetapi berproses bersama Kristus untuk selalu berpadanan dengan karakter dan kehendak-Nya. 

TEKADKU
Ya Tuhan aku ingin selalu ikut Engkau.  Tolonglah agar dalam keadaan apapun aku membulatkan hati mengikuti kehendak-Mu, berproses bersama-Mu dan meneladani salib-Mu. 

TINDAKANKU
Aku mau memeriksa diri: apakah selama ini aku masih lebih banyak menuruti keinginan yang memuaskan diriku?  Apakah aku sering ingin hidup serba cepat dengan melakukan kehendakku sendiri tanpa mempertimbangkan kehendak Tuhan?  Aku mau meminta ampun kepada-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«