suplemenGKI.com

Matius 5:17-20

 

Rambu Perjalanan Agen Perubahan

 

Pengantar
Seperti halnya kita membutuhkan rambu-rambu saat dalam perjalanan, demikian pula kita membutuhkan rambu-rambu saat berjalan mengikut Tuhan. Kalau rambu tersebut menjadi kabur, misalnya terhalang pohon, maka orang dapat menjadi salah langkah. Oleh sebab itu rambu-rambu terseut perlu dipertegas lagi sehingga dapat dilihat dengan lebih jelas lagi. Lalu, apa yang telah dilakukan Kristus untuk mempertegas rambu kehidupan tersebut? Iniah yang akan kita renungkan hari ini.

Pemahaman

- Apakah hubungan Hukum Taurat dan Kitab Para Nabi dengan kehidupan bangsa Israel? Apa pula yang ditegaskan Kristus perihal Hukum Taurat dan Kitab Para Nabi itu?

- Bagaimana bunyi peringatan Kristus agar umat Allah menghormati hukum Taurat? Apakah akibat yang akan ditanggung mereka yang mengabaikannya?

Bagi bangsa Israel, Hukum Taurat adalah landasan kehidupan mereka. hal itu tentu tidaklah salah, sebab Allah memang memberikan Hukum Taurat untuk menjadi panduan kehidupan mereka sebagai umat Allah. Sementara itu Kitab Para Nabi diposisikan sebagai penafsiran atau penjabaran atas Hukum Taurat. Kedua kitab ini kemudian menjadi acuan semua aturan keagamaan dan kehidupan bangsa Israel. Maka tidaklah mengherankan apabila ketika Kristus hadir dan memberikan pengajaran di berbagai kesempatan, orang-orang Farisi dan Saduki serta para Ahli Taurat beramai-ramai menyoroti pengajaran dan perbuatan Kristus berdasarkan kedua kitab tersebut. Mereka semua mencermati apakah Kristus menyimpang dari pengajaran Taurat tersebut. Seakan menangkap kegelisahan itu, maka Kristus berkata, “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya” (ay. 17). Pengertian kata “menggenapi” di sini mencakup memenuhi segala yang dituntut, sebagai lawan dari meniadakannya yang dapat pula berarti mengabaikan atau merombak (TL).

Kristus bukan hanya menegaskan bahwa IA menggenapi hukum Taurat, tetapi juga menegaskan bahwa Hukum Taurat itu bersifat kekal. “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi” (ay. 18). Itulah sebabnya maka IA juga memerintahkan para murid-Nya agar memperhatikan dengan seksama seluruh pengajaran yang ada di dalam Hukum Taurat tersebut. Kristus dengan tanpa kompromi menegaskan bahwa bila ada orang yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, maka ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga (ay. 19)

Refleksi
Kecelakaan yang terjadi di jalan biasanya diakibatkan oleh pelanggaran terhadap rambu-rambu yang ada. Karena itu sudah seharusnya kalau kita memperhatikan dengan seksama perintah Tuhan serta mentaatinya, agar kita dapat menjadi agen perubahan Allah yang efektif.

Tekad
Doa: Tuhan, berilah saya kecermatan dalam memperhatikan firman-Mu, agar saya dapat maksimal dalam memuliakan nama-Mu. Amin. 

Tindakan
Salah satu metoda memperhatian firman secara cermat adalah dengan menghafalkan firman Tuhan. 

=====================================================================================

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«