suplemenGKI.com

Lukas 17:11-19.

 

Mengucap Syukur Adalah Wujud Iman Yang Sejati.

 

Pengantar:
Banyak orang ketika dilanda pergumulan hidup ia akan meminta pertolongan dan belaskasihan orang lain. Hal itu dilakukan karena sudah tidak sanggup lagi untuk menghadapi sendiri. Ketika mendapat pertolongan sewajarnyalah kita mengucapkan terimakasih atas pertolongan orang yang telah menolong kita. Tetapi ironisnya tidak jarang orang setelah ditolong malah tidak tahu berterimakasih. Bacaan hari ini memberi pelajaran bahwa berterimakasih adalah sebagai wujud iman kepada Tuhan.

Pemahaman:

Ayat 11-14 : Siapakah mereka yang berseru kepada Yesus? dan apa yang Yesus lakukan kepada mereka?
Ayat 15-19 : Siapakah yang datang tersungkur di depan kaki Yesus? Apakah respon Yesus terhadap orang tersebut?

Yesus datang ke dunia bukan saja untuk menyelamatkan manusia dari dosa, tetapi juga mengajarkan bagaimana hidup sosial. Dalam konteks ini Yesus dalam perjalanan ke Yerusalem, menyusuri perbatasan Samaria dan Galilea. Di perbatasan itu terdapat orang-orang sakit kusta. Posisi mereka di perbatasan  adalah karena mereka dikucilkan, sebab mereka mengidap penyakit yang naziz menurut Yudaisme. Ketika mereka melihat Yesus lewat, mereka berteriak-teriak dari jarak yang jauh, meminta pertolongan Yesus untuk mentahirkan mereka. Dan Yesus menyatakan sikap sosialnya, sehingga memandang mereka, dan memerintahkan mereka untuk menunjukkan diri kepada imam-imam. Dalam perjalanan hendak menghadap imam, mereka semua sembuh. Tentu mereka sangat gembira atas kepulihan itu.

Tetapi di tengah kegembiraan dan sukacita itu, mereka menjadi lupa bahwa sesungguhnya kesembuhan itu karena pertolongan Yesus. Sembilan dari sepuluh orang yang disembuhkan Yesus itu begitu larut dalam sukacita. Mereka gembira karena bebas dari kusta, dan berhak dipandang sama seperti masyarakat lainnya. Tetapi mereka lupa bahwa kesembuhan itu adalah karena kasih Yesus. Hanya satu dari sepuluh orang yang disembuhkan yang datang tersungkur di kaki Yesus. Menunjukkan imannya kepada Yesus dengan wujud mengucap syukur kepada Yesus.

Refleksi:
Coba kita renungkan, seberapa banyak kita telah mengalami pertolongan Tuhan Yesus? Mungkin tidak bisa dihitung. Tetapi apakah kita selalu mengucap syukur kepada Yesus sebagai wujud iman kita kepada-Nya?

Tekadku:
Tuhan, ampuni saya karena seringkali hanya meminta pertolongan-Mu, tetapi seringkali lupa mengucap syukur sebagai wujud imanku kepada-Mu.

Tindakkan:
Berjuang untuk selalu mengingat pertolongan Tuhan Yesus, dengan mengucap syukur senantiasa sebagai wujud iman yang hidup kepada Tuhan Yesus.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«