suplemenGKI.com

Matius 22 : 8 – 14.

Menghadiri Dan Menghormati Sebuah Pesta 

Perjamuan kawin anak Raja tidak boleh gagal. Tamu-tamu baru untuk itu dicari di “persimpangan-persimpangan jalan”. Injil Matius menggambarkan bahwa rencana keselamatan Tuhan meliputi segala bangsa. Dan apabila kita membaca bahwa untuk perjamuan itu tamu-tamu dicari di luar kota maka kita teringat dengan ucapan Tuhan Yesus dalam Matius 8 :11 yang berbunyi, “banyak orang akan datang datang dari Timur dan Barat dan  duduk makan bersama-sama dengan Abraham…… Jadi ayat 9-10 Yesus menubuatkan bahwa orang-orang yang bukan dari Israel akan masuk ke gereja. 

Pertanyaan-pertanyaan penuntun.

  1. Apa yang dilakukan sang Raja agar pesta tersebut tetap berjalan ? ayat 9-10.
  2. Siapa saja yang akhirnya hadir dalam pesta tersebut ? ayat 10
  3. Apa yang didapati sang Raja dalam pesta tersebut ? ayat 11.
  4. Bagaimana sikap raja terhadap orang yang hadir dalam pesta tapi tidak memakai baju pesta ? ayat 12-13.
  5. Pelajaran apa yang dapat kita tarik melalui perumpamaan ini ? 

Renungan.

Ketika para undangan khusus mengabaikan undangan Sang Raja sehingga tidak ada yang datang, maka Sang Raja memerintahkan hamba-hambaNya untuk pergi ke persimpangan jalan dan mengundang setiap orang yang dijumpainya. Para hamba melakukan apa yang diperintahkan Sang Raja, mereka pergi mengumpulkan semua orang yang dijumpainya dijalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik diundangnya sehingga ruangan pesta menjadi penuh. Dan ketika semua tamu sudah datang maka sang Raja masuk ke ruang pesta, ternyata ditemukan ada undangan yang tidak mengenakan pakaian pesta. Atas perintah Raja orang tersebut harus dibuang keluar dan diikat supaya tidak masuk lagi.

Perumpamaan ini sebenarnya hendak menjelaskan tentang orang-orang yang dipanggil Tuhan untuk percaya kepada Yesus Kristus. Oleh karena orang-orang israel mengabaikan undangan pesta perjamuan sang Raja maka akhirnya sang Raja mengundang semua orang dari bangsa lain untuk menerima anugerah Allah. Ada orang baik tapi ada pula orang jahat yang masuk dalam pesta perjamuan itu, hal ini menggambarkan bahwa orang-orang yang dipanggil Tuhan dalam persekutuan gerejaNya ada orang yang baik tapi juga ada orang yang jahat. Namun pada akhirnya akan diseleksi/disortir oleh sang Raja yang memiliki pesta perjamuan kawin tersebut. Pakaian pesta menggambarkan tentang iman yang sungguh dan pertobatan yang sungguh dalam mengikuti pesta perjamuan Tuhan. Sedangkan orang yang duduk makan dengan pakaian kotor dan tidak layak adalah orang yang acuh-tak acuh dan berperilaku sembrono dengan membiarkan dan melakukan dosa-dosa secara terus menerus dalam kehidupannya.

Sebagai orang kristen yang mendengarkan dan menanggapi undangan Tuhan dalam pesta rohani di gerejaNya kita harus datang dengan iman dan percaya yang sungguh-sungguh disertai pertobatan hidup yang sungguh-sunggguh pula, hal itu akan membawa kehidupan kita semakin berkenan dihadapan Tuhan sang Raja yang berkuasa dan memerintah hidup kita. Untuk itu marilah kita memperhatikan diri dengan seksama. Apakah kita datang ke pesta rohani di gerejaNya dengan iman yang sungguh-sungguh? apakah kita datang dengan pertobatan? apakah kita datang dengan hati dan hidup yang baru? kiranya Tuhan semakin memperkenankan hidup kita. 

“Datang ke pesta rohani di gerejaNya dengan iman dan pertobatan menjadikan hidup kita terus dibaharui Tuhan”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«