suplemenGKI.com

PERSAHABATAN DENGAN KRISTUS

Yohanes 15:9-17

 

PENGANTAR
Pada umumnya setiap kita pasti gembira jika memiliki sahabat.  Sesungguhnya untuk menjadi sahabat harus ada ketersalingan pengakuan.  Artinya, persahabatan itu bisa terjadi jika kita mengakui seseorang sebagai sahabat tetapi juga diri kita diakui sebagai sahabat.  Jika di depan banyak orang lalu sahabat kita berkata “dia sahabat saya”, dan pengakuan itu ditujukan kepada diri kita, tentu hati kita gembira, merasa dikasihi dan dihargai.  Lalu bagaimana makna persahabatan dengan Kristus?  Mari kita membaca dan merenungkan!

PEMAHAMAN

  • Dari mana sumber kasih Yesus dalam menjalin persabahatan? (ayat 9)
  • Sikap apa yang seharusnya dimiliki para murid sebagai sahabat-Nya? (ayat 14-15)
  • Sejauhmana anda mengakui dan mengikuti Dia sebagai sahabat dalam kehidupan?

Melalui percakapan bersama para murid, kita dapat melihat dengan jelas bahwa Tuhan Yesuslah yang telah mengawali demonstrasi persahabatan penuh kasih itu.  Dia mengakui para murid sebagai sahabat-Nya.  Lalu dari mana sumber kasih Sang Sahabat itu?  Ayat 9 “Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu.”  Perkataan Yesus ini memiliki makna dua hal: satu, kasih itu bersumber kepada Bapa.  Bapa adalah sumber dari kasih dan di dalam Yesus, kasih itu dinyatakan bagi para murid-Nya.  Kasih Bapa itulah yang memberi daya yang  menghidupkan untuk mengasihi manusia berdosa.  Dua, kasih yang bersumber dari Allah itu adalah kasih yang “memantik” kasih.  Ayat 12 “Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.”  Artinya, kasih Bapa itu seharusnya menghidupkan kasih dalam diri setiap orang yang menerima kasih.  Kasih itu akan mengalir bagi sekitar.  Kasih Bapa itu seharusnya menginspirasi kita untuk menyatakan kasih bagi sekitar.  Tentu kedekatan dengan Sang Sumber sangat menentukan agar para sahabat-Nya memiliki daya yang menghidupkan kasih, sehingga mampu menyatakan kasih bagi sekitar.

Sebagai sahabat yang telah menerima kasih-Nya (ayat 13, 15-16), Dia mengajarkan bagaimana seharusnya kita bersikap, yaitu mengikuti perintah-Nya.  Ayat 14 “Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.”  Tentu saja perintah Sang Sahabat dalam diri kita, ada kalanya sebagai sebuah nasihat tetapi tidak jarang bernada sebuah teguran.  Ada kalanya memiliki nada lembut tetapi bisa juga bernada keras yang membuat kita tertegun.  Tapi itulah dinamika persahabatan dan makna sesungguhnya bersahabat.  Seperti yang Dia katakan di ayat 15 “Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah kudengar dari Bapa-Ku.”  Untuk apa Dia lakukan itu semua?  Agar kita terus belajar menjadi sahabat yang baik “supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap” (ayat 16b).  Itulah yang Dia inginkan dalam hidup kita.

REFLEKSI
Mari merenungkan: hidup yang menghasilkan buah, itulah goal dalam persahabatan bersama-Nya seperti Dia yang sudah menghasilkan buah karya kasih yang Agung, yaitu keselamatan bagi dunia.

TEKADKU
Tuhan, tolonglah agar aku menghargai persahabatan yang telah Engkau rancang dan Engkau mulai atas diriku.  Tolonglah agar aku bersedia mendengar nasihat, arahan bahkan teguran yang Engkau berikan. Sebab sesungguhnya Engkau menginginkan goal terbaik dalam diriku yaitu menghasilkan buah seperti yang telah Engkau teladankan. 

TINDAKANKU
Melalui perjumpaan pribadi dengan Dia: saat teduh, doa dan ibadah hari Minggu aku mau lebih serius mendengar nasihat, arahan dan teguran Tuhan, Sang Sahabat itu.  Agar hidupku seperti yang Dia inginkan yaitu menghasilkan buah bagi sesama.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»