suplemenGKI.com

BAPTISAN KRISTUS

Lukas 3:21-22

 

Pengantar

Dalam kalendar gerejawi, minggu ini disebut minggu Epifani. Sebenarnya hari raya Epifani dirayakan setiap tanggal 6 Januari. Namun bagi gereja yang tidak mengadakan ibadah Epifani pada tanggal 6 Januari, biasanya mengadakan ibadah Epifani di minggu sesudahnya. Dalam rangka Epifani itu, perenungan kita hari ini didasarkan pada ayat tentang baptisan Yesus, peristiwa yang dianggap menjadi momentum Kristus menampakkan diri-Nya melalui pelayanan di depan publik.

Pemahaman

-  Menurut Saudara, mengapa Yesus perlu dibaptis oleh Yohanes Pembaptis?

-  Mengapa pada waktu Yesus dibaptis ada burung merpati dan juga suara dari langit?

Kemarin kita sudah mencermati bahwa baptisan Yohanes Pembaptis adalah baptisan yang terkait dengan ritual keagamaan, di mana melalui baptisan tersebut seseorang menyatakan pertobatannya atas dosa yang dilakukannya. Akan tetapi pada saat Kristus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis, hal itu tidak berarti bahwa Yesus adalah orang berdosa. Sebab di dalam 2 Korintus 5:21 dikatakan, “Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.” Demikian pula dengan 1 Petrus 2:22 yang mengatakan bahwa Kristus tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya. Jadi jelas bahwa Kristus tidak berdosa sehingga pada dasarnya Dia tidak perlu mengikuti ritual baptisan yang dilakukan oleh Yohanes Pembaptis. Meskipun demikian, Kristus tetap menjalani proses baptisan tersebut dalam kaitannya dengan kerelaan-Nya untuk menjelma menjadi manusia berdosa. Dengan demikian kerelaan Kristus untuk dibaptis adalah kerelaan untuk merendahkan diri sebagai manusia.

Pada waktu Kristus dibaptis, Roh Kudus hadir dalam rupa seperti burung merpati dan Allah Bapa muncul dalam rupa suara yang turun dr surga. Hadirnya Roh Kudus tersebut melambangkan pengurapan Kristus untuk pelayanan ke depan, sedangkan suara dari langit itu merupakan simbol pengesahan dari Allah Bapa atas pelayanan Kristus. Jadi melalui baptisan tersebut pelayanan Kristus sebagai Anak domba Allah secara formal dinyatakan. Pemahaman ini pula yang membuat peristiwa baptisan Kristus menjadi bacaan utama dari minggu Epifani.

Refleksi

Kristus memulai pelayanan-Nya dengan kerendahan hati, rela diperlakukan sebagai manusia berdosa. Bagaimana dengan kita? Apakah kita juga memiliki kerendahan hati dalam menjalani kehendak Allah? Tanpa kesediaan Kristus untuk diperlakukan sama seperti seorang berdosa, maka karya keselamatan Kristus juga tidak akan pernah terjadi.

Tekad

Doa: Bapa surgawi, tolong saya untuk terus belajar rendah hati, sehingga saya dapat selalu tunduk kepada kehendak-Mu. Amin.

 

Tindakan

Saya akan belajar rendah hati, belajar memahami apa yang Tuhan mau, bukan apa yang saya mau.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«