suplemenGKI.com

Minggu, 9 April 2017

08/04/2017

Hosana bagi Anak Daud

Matius 21:7-11

Pengantar

Tepat hari ini kita memperingati peristiwa masuknya Kristus ke kota Yerusalem terakhir kalinya, untuk mati di kayu salib. Pada saat itu, orang banyak menyambut Kristus dengan melambaikan daun daun palm (Yoh. 12:13). Itulah sebabnya minggu ini disebut Minggu Palma. Apa yang terjadi pada waktu itu, akan menjadi bahan perenungan kita hari ini.

Pemahaman

Ayat 8   : Mengapa orang banyak menghamparkan pakaiannya di jalan, serta sebagian lagi memotong ranting serta menyebarkannya di jalan? Apakah arti dari tindakan mereka semua itu?

Ayat 9   : Apakah arti seruan orang banyak yang berbunyi: “Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!”

Tindakan orang banyak yang menghamparkan pakaiannya di jalan itu merupakan wujud bagaimana orang banyak itu menyambut Kristus sebagai raja. Dalam Perjanjian Lama juga ada kisah semacam ini, meski tidak sama persis, yaitu pada waktu Yehu menjadi raja. “Segeralah mereka masing-masing mengambil pakaiannya dan membentangkannya di hadapan kakinya begitu saja di atas tangga, kemudian mereka meniup sangkakala serta berseru: “Yehu raja!” (2Raj 9:13). Jadi tindakan orang banyak tersebut dapat dikatakan sama dengan tindakan orang masa kini yang membentangkan karpet merah untuk dilalui oleh orang yang dihormati.

Selain melalui tindakan menghamparkan pakaian itu, penyambutan Kristus sebagai raja juga mereka lakukan dengan menyerukan, “Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!”. Seruan ini dikutip dari Mazmur 118:25-26. Arti “Hosana” adalah selamatkan kami sekarang. Sedangkan sebutan “Anak Daud” merujuk pada salah satu gelar kemesiasan. Sehingga dengan menyerukan “Hosana bagi Anak Daud”, sebenarnya orang banyak itu mengakui Yesus sebagai Mesias dan memohon kepada-Nya untuk menyelamatkan mereka.

Sesungguhnya, Kristus memang masuk Yerusalem untuk menyelamatkan mereka. Tapi sayang, konsep keselamatan yang dibawa Kristus berbeda dengan yang dimiliki orang banyak itu. Mereka meminta Kristus menyelamatkan mereka secara politis – yakni dari jajahan Romawi – sedangkan Kristus hendak menyelamatkan mereka secara rohani, yakni dari cengkeraman dosa.

Refleksi

Keselamatan secara politis memang penting, tapi yang jauh lebih penting adalah keselamatan secara rohani. Allah tahu mana yang terbaik dan terpenting bagi kita, karena itu Dia datang untuk menyelamatkan kita dari cengkeraman dosa. Allah selalu mengerjakan yang terbaik di dalam hidup kita. Seharusnya hal ini yang terus tertanam dalam diri kita tatkala kita mengakui bahwa Kristus adalah Sang Mesias.

Tekad

Doa: Ya Yesus, tolong saya untuk mengakui Engkau sebagai Mesias bukan hanya melalui kata-kata, tetapi juga tindakan nyata. Amin.

Tindakan

Saya terus akan mengakui Yesus sebagai Sang Mesias baik bukan hanya melalui kata-kata, tetapi juga tindakan nyata.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«