suplemenGKI.com

Mazmur 130

BEBAS DARI BELENGGU RASA BERSALAH

PENGANTAR
Kita berjalan maju menuju masa depan. Kita tidak dapat kembali ke masa lampau. Waktu yang telah berlalu dengan semua kejadian yang ada di dalamnya tidak dapat diputar kembali. Kita tidak dapat mengubah apa yang telah kita lakukan di masa lampau. Kita juga tidak dapat menarik kembali kata-kata yang telah keluar dari mulut kita. Itulah sebabnya ingatan kita akan kesalahan-kesalahan kita di masa lalu dapat memunculkan kembali rasa bersalah kita dan merampas damai sejahtera dari hidup kita.

PEMAHAMAN

Ay. 1-4          Apa yang dimaksud oleh pemazmur dengan kiasan “jurang yang dalam” (ay.1)? Mengapa ia menggambarkan keadaannya seperti berada di jurang yang dalam?

Ay. 5-6          Apakah pemazmur telah keluar dari jurang yang dalam itu? Apakah yang dilakukannya kemudian?

Ay. 7-8          Apa tujuan pemazmur membagikan pengalamannya ini?

Seperti kita tahu, rasa bersalah sering membuat kita terpisah dari Allah dan dari sesama kita. Apalagi jika kesalahan yang kita lakukan itu sangat besar. Hal inilah yang sedang dialami oleh pemazmur. Ia telah melakukan sebuah kesalahan yang besar sehingga merasa terpisah jauh dari Tuhan dan sesama. Keadaan inilah yang dilukiskannya seperti berada di jurang yang dalam. Dari jurang yang dalam itulah ia berseru kepada Tuhan dan berharap Tuhan mendengarkan seruannya dan mengampuni kesalahan-kesalahannya (ay. 3-4).

Pemazmur masih bergumul dengan rasa bersalahnya. Dia belum dapat sepenuhnya keluar dari jurang yang dalam itu. Rasa bersalah yang besar memang dapat sangat mengganggu hati nurani seseorang yang ingin hidup benar. Dalam keadaan seperti itu, mengembalikan damai sejahtera bukanlah sesuatu yang mudah. Namun, pemazmur tetap yakin bahwa Tuhan akan mengampuninya. Karena itu ia tetap menanti-nantikan Tuhan.  Dia berharap bahwa suatu hari, ketika ia bangun pagi, ia mendapatkan kembali damai sejahtera sebagai seseorang yang sudah diampuni oleh Tuhan.

Pengalaman pemazmur untuk mendapatkan kembali damai sejahtera inilah yang hendak dibagikan melalui syair yang ditulisnya. Sepertinya pemazmur tahu bahwa banyak orang yang juga bergumul dengan rasa bersalah yang sangat besar sehingga mereka kehilangan damai sejahtera. Pemazmur menasihati agar kita yang berada dalam situasi seperti itu tidak gampang menyerah dan tetap berharap kepada Tuhan. Tuhanlah yang akan membebasakan kita dari rasa bersalah itu.

REFLEKSI
Anda tidak perlu terus-menerus terbenam dalam kesalahan-kesalahan masa lalu. Kasih Allah melalui Yesus Kristus telah membebaskan Anda.

TEKADKU
Tuhan, tolonglah aku agar kesalahanku di masa lalu tidak terus-menerus mengganggu kehidupanku. Tuhan, bawalah aku keluar dari jurang yang dalam itu, bebaskanlah aku dari rasa bersalah itu, dan karuniakanlah kembali damai sejahtera dalam hidupku.

TINDAKANKU
Aku akan mengakui semua dosa-dosaku di hadapan Tuhan dan memohon Dia mengampuniku. Aku akan menyerahkan rasa bersalahku kepada Tuhan dan memohon damai sejahtera dari Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«