suplemenGKI.com

Minggu, 8 Mei 2016

07/05/2016

DISATUKAN DALAM KEMULIAAN

Wahyu 22:12-21

 

PENGANTAR
Kehidupan setelah kematian adalah salah satu ajaran penting dalam kekristenan.  Ajaran yang memberi kepastian bagi mereka yang percaya, menempatkannya sebagai ajaran yang membedakan kekristenan dengan ajaran lainnya.  Seperti apakah ajaran yang dimaksud?  Mari kita baca dan pelajari! PEMAHAMAN

Ayat 12-13: Peristiwa penting apa yang akan terjadi?

Ayat 14-15: Apakah yang dialami orang percaya dan yang tidak?

Ayat 16-17: Siapakah Yesus di bagian ini dan apa ajakannya?

Apa yang Anda rasakan ketika membaca peristiwa Yesus datang kedua kali?

Hal terbaik apa yang akan Anda persiapkan bagi Yesus saat Dia datang kedua kali?

Mayoritas kita pasti pernah mendengar syair lagu, “nyanyian yang terdengar yang belum pernah didengar adalah kegirangan.  Dan Anak Allah yang pimpin kita, pertemuan di udara”.  Pengarang lagu pasti mendapat idenya dari Kitab Wahyu yang memang dengan jelas memberikan gambaran tentang “pertemuan di udara”, di mana Yesus datang kedua kalinya.  Kali ini kedatangan-Nya dengan tujuan, “membawa upahKu untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya” (ay.12).  Bagi yang percaya, kedatangan-Nya menegaskan hak atas mereka untuk memperoleh “pohon-pohon kehidupan dan masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu” (ay.14).  Mereka adalah orang-orang yang selama kehidupannya bersedia menanggapi undangan Anak Allah, Air Kehidupan itu (ay.17).  Sebaliknya bagi mereka yang tidak percaya Yesus, yaitu “setiap orang yang mencintai dusta dan yang melakukannya, tinggal di luar”.  Yesus digambarkan sebagai pengantin yang datang untuk menyambut orang-orang percaya sebagai mempelai-Nya.  Suasana yang terjadi pasti penuh haru, bangga dan gegap gempita, persis seperti yang diungkapkan di awal lagu di atas sebagai “pertemuan yang manis”.

Perikop ini menegaskan kebenaran pengharapan di dalam Yesus sebagai Anak Allah.  Mereka yang percaya Yesus akan mengalami ‘pertemuan’ di udara, di mana semua orang percaya disatukan ke dalam kemuliaan berjumpa muka dengan muka dengan Yesus, Anak Tunggal Allah.  Kedatangan-Nya  yang menyambut orang-orang percaya, persis seperti yang diceritakan Yesus tentang perumpamaan talenta.  Hanya kepada hamba yang baik dan setia, Sang Tuan menyambut dan mengajaknya masuk bersama kebahagiaannya. Bukan karena mereka telah mengembangkan talentanya saja, tetapi juga karena dua hamba setia tersebut mengerti isi hati Sang Tuan.  Pengajaran ini menegaskan kebenaran tentang hidup kekal hanya ada di dalam Yesus, yang pasti akan datang kembali sebagai mempelai yang menyambut pasangan-Nya.  Kebahagiaan bagi yang percaya.  Hukuman bagi yang menolak.

REFLEKSI                                                                       
Renungkan: Apapun pengharapan kita di dalam Yesus, pasti tidak akan mengecewakan.

TEKADKU
Tuhan tolonglah agar aku terus meyakini dan berpegang pada pengharapan kepada-Mu dalam keadaan apapun.

TINDAKANKU
Aku mau mengerjakan tugas dan tanggung jawabku dengan penuh pengharapan kepada-Nya sebagai bukti imanku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»