suplemenGKI.com

Minggu, 8 Maret 2015

07/03/2015

Yohanes 2:18-25

 

Bait Allah yang Dibangkitkan

 

Pengantar
Menghantar kita memasuki Minggu Prapaskah ketiga hari ini, perenungan kita difokuskan kepada nubuat Kristus akan kematian dan kebangkitan-Nya sendiri.

Pemahaman
- ay. 18            : Mengapa orang Yahudi meminta tanda?
- ay. 19            : Bagaimana jawab Tuhan Yesus? Menurut Saudara, apakah pernyataan Tuhan Yesus itu menjawab sepenuhnya pertanyaan orang-orang Yahudi?

Salah satu karakteristik dari Injil Yohanes adalah perhatian penulisnya terhadap waktu. “Pada keesokan harinya” (Yoh. 1:29, 35, 43), “Pada hari ketiga” (Yoh. 2:1) adalah sebagian bukti perhatian tersebut. Karena itu banyak yang berpendapat bahwa peristiwa Tuhan Yesus menyucikan Bait Allah ini terjadi di awal masa pelayanan Tuhan Yesus. Itu berarti belum banyak orang yang mengenal siapa sejatinya Dia itu. Oleh sebab belum kenal ini maka mereka meminta tanda kepada Kristus yang membuktikan bahwa Ia berhak melakukan pengusiran tersebut. Pink, dalam buku tafsirnya menjelaskan bahwa permintaan tanda ini juga membuktikan bahwa mereka buta secara rohani. Mereka tidak mengenali bahwa Yesus adalah Mesias, sebagaimana yang dikatakan Yohanes Pembaptis, “…di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal…” (Yoh. 1:26).

Merespon pertanyaan tersebut, Tuhan Yesus menjawab mereka: “Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali” (ay. 19). Jawaban ini bukanlah bernada perintah, melainkan lebih ke arah nubuatan. Memang jawaban ini terkesan samar, sama seperti pengajaran-Nya yang kerap disampaikan dengan perumpamaan (Mat. 13:13). Akan tetapi di balik jawaban inilah terkandung bukti paling otentik tentang otoritas Kristus dalam menyucikan Bait Allah. Siapakah yang lebih berhak menyucikan Bait Allah selain Allah sendiri? Kebangkitan Kristus merupakan bukti bahwa Dia adalah Allah. Tidak ada seorangpun yang sanggup mengalahkan maut selain Allah, bukan? Dan Kristus telah membuktikan bahwa maut tidak memiliki kuasa atas diri-Nya.

Namun orang-orang Yahudi tidak mampu memahami pernyataan-Nya itu. Mereka merespon dengan pernyataan historis, sejarah dibangunnya Bait Allah itu, “Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini” (ay. 20). Di sepanjang sejarah bangsa Israel, ada tiga kali pembangunan Bait Allah. Pembangunan Bait Allah yang pertama kali adalah yang dilakukan oleh raja Salomosekitar tahun 950 SM untuk menggantikan Kemah Suci. Bait Allah tersebut dibangun selama 7 tahun (I Raj. 6:37,38).Akan tetapi bangunan ini dihancurkan oleh bangsa Babel di bawah kepemimpinan raja Nebukadnezar pada tahun 586 SM. Setelah itu oleh kemurahan Tuhan Bait Allah dapat dibangun kembali dan berhasil diselesaikan pada 12 Maret 515 SM(Ezra 6:1-15). Sedangkan pembangunan Bait Allah yang ketiga dilakukan oleh Herodes Agung yang memulai proyek perluasannya sekitar tahun 19 SM.

Refleksi
Kegagalan orang Yahudi mengenali Kristus, membuat mereka juga gagal mengakui otoritas Kristus. Akibatnya, mereka tidak dapat menerima apa yang Kristus lakukan. Karena itu adalah penting bagi kita untuk menyangkal diri serta merendahkan diri kita di hadapan Allah agar kita dapat mengakui otoritas Allah dalam hidup kita.

Tekad
Doa: Tuhan, tolonglah saya untuk belajar menyangkal diri agar mampu mengakui otoritas-Mu. Amin.

Tindakan
Saya akan memperhatikan Sampul Sangkal Diri sebagai wujud tekad penyangkalan diri

=====================================================================================

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«