suplemenGKI.com

Minggu, 8 Juli 2018

07/07/2018

KEHADIRAN YANG BERDAMPAK

Markus 6:6b-13

 

Pengantar
Ada seorang ibu mendatangi Washington, seorang tokoh yang menentang perbudakan di Amerika pada saat itu dan berkata, “Saya tahu bahwa bapak adalah seorang pejuang yang memperjuangkan persamaan hak antara orang kulit putih dan kulit hitam. Saya tidak dapat memberi banyak untuk mendukung perjuangan bapak. Saya hanya mempunyai enam butir telur ini dan saya berharap telur-telur ini dapat berguna bagi kesehatan bapak dan rekan-rekan lainnya.” Washington kemudian berkata, “Sepanjang hidup saya baru kali ini saya mendapatkan dukungan dan sumbangan yang begitu menggetarkan hati saya. Terimakasih banyak untuk perhatiannya.” Ketika orang lain mendengar apa yang diperbuat oleh ibu ini maka yang lainnya pun menyusul untuk berbuat hal yang sama; mendukung perjuangan Washington semampu mereka. Kisah ini begitu menggetarkan hati kita, karena apa yang kita lakukan entah itu besar atau kecil, akan berdampak bagi orang yang menerimanya. Kita diutus ke dunia untuk memancarkan terang kasih Tuhan bagi sesama.

Pemahaman

  • Ayat 7-10       : Apa pesan yang diberikan Yesus pada murid-murid-Nya ketika mereka diutus?
  • Ayat 11          : Apa yang harus murid lakukan ketika mereka tidak diterima di suatu tempat?
  • Ayat 12-13    : Bagaimana respon para murid dengan tugas pengutusan tersebut?

Setelah Yesus ditolak oleh bangsa-Nya sendiri, Ia melanjutkan perjalanan-Nya berkeliling dari desa ke desa sambil mengajar (ayat 6b). Para murid yang mengikuti Yesus dan telah menyaksikan bagaimana Guru mereka mengajar dan melakukan berbagai mujizat, tiba saatnya mereka juga diberi kesempatan untuk melayani orang banyak. Yesus mengutus kedua belas murid-Nya dan mereka pergi berdua-dua dengan maksud agar mereka saling menopang satu sama lain dalam pelayanan. Yesus pun berpesan kepada mereka supaya tidak membawa apa-apa dalam perjalanan (ayat 8-10). Hal ini dimaksudkan agar mereka bergantung sepenuhnya pada kuasa dari Tuhan dan tidak mengandalkan fasilitas yang mereka miliki. Mereka diminta untuk fokus dan bersandar pada kasih karunia Allah yang akan menolong mereka dalam tugas pelayanan. Namun ketika mereka berada di suatu tempat yang mana mereka ditolak, Yesus meminta agar mereka keluar dari situ dan mengebaskan debu yang ada di kaki sebagai peringatan bagi mereka (ayat 11). Mengebaskan debu di kaki adalah kebiasaan yang dilakukan oleh orang Yahudi ortodoks saat mereka kembali ke Tanah Suci dari wilayah non Yahudi. Bagi para murid, tanda ini menyatakan bahwa orang yang menolak pemberitaan murid Tuhan, sedang menolak Tuhan. Yesus ingin para murid menjadi pelayan-pelayan yang tahan uji di mana kehadiran mereka sungguh dirasakan oleh banyak orang. Oleh karena itu, sesudah para murid diutus oleh Yesus, mereka segera pergi memberitakan berita pertobatan, mengusir banyak setan, dan menyembuhkan orang sakit (ayat 12-13). Para murid menyadari bahwa mereka hadir di dunia bukan hanya sekedar menjadi pengikut Kristus, melainkan bersiap untuk melanjutkan karya Yesus di dunia.

Refleksi
Sebagai pengikut Kristus, sudahkah kehadiran kita berdampak bagi orang sekitar? Apakah yang sudah kita lakukan tersebut sungguh-sungguh lahir dari kesadaran akan kasih karunia Allah atau hanya sekedar aktualisasi diri? Yesus juga mengutus kita untuk melanjutkan karya-Nya bagi dunia. Dia mau agar kita menjadi terang-Nya dalam kehidupan sehari-hari yang memuliakan nama-Nya 

Tekadku
Tuhan, berikanku keberanian agar kehadiranku dapat menjadi kesaksian yang hidup bagi orang-orang sekitar

Tindakanku
Sebagai pengikut Kristus yang setia, hari ini aku akan melakukan satu tindakan kebaikan yang berdampak bagi sesama… (sebutkan)

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»