suplemenGKI.com

MATIUS 3:1-12

BERTOBATLAH !

 

Pengantar
Yohanes Pembaptis digambarkan penulis Injil sebagai perintis yang membuka jalan hadirnya Mesias. Yohanes Pembaptis adalah putra dari Elizabet dan Zakaria yang masih memiliki ikatan kekeluargaan dengan Maria dan Yusuf. Yohanes Pembaptis menyampaikan suara kenabian diwilayah pegunungan Yudea. Disanalah ia menyampaikan nubuatan tentang kedatangan sang Mesias.

Pertobatan menjadi salah satu tema suara kenabian Yohanes Pembaptis. Yohanes Pembaptis mengajak semua orang untuk bertobat. Dia tidak segan mengecam para pemimpin yang berkuasa pada masa itu, bahkan juga orang-orang Saduki dan Farisi yang dianggapnya sebagai keturunan ular beludak (ayat 7). Yohanes Pembaptis mengajak semua orang untuk membersihkan dirinya dari dosa dan bersedia dibaptis.

Pemahaman
Ayat 1-6               Siapakah Yohanes Pembaptis itu ? Apakah yang dilakukannya ?
Ayat 7-12             Bagaimanakah sikap Yohanes Pembaptis terhadap orang Farisi ? Apakah yang disampaikan Yohanes Pembaptis kepada orang Farisi ?

Bagi masyarakat pada masa itu, Yohanes Pembaptis dipandang sebagai guru yang menyampaikan pengajaran tentang kedatangan Kerajaan Allah (ayat 2-3). Sebutan Pembatis yang melekat dalam dirinya, oleh karena pelayanannya yang mencakup baptisan (ayat 6). Yohanes Pembaptis menyampaikan suara kenabiannya di Yudea pada masa pemerintahan Herodes. Tidak sedkit orang yang datang kepada Yohanes untuk dibaptis. Ayat ke-5 memperlihatkan bahwa pengajaran Yohanes telah menyebar keberbagai tempat. Bukan hanya Yudea, namun juga Yerusalem dan daerah sekitar Yordan.  Kondisi ini tentunya mengundang kehadiran orang-orang Farisi dan Saduki. Mereka juga ingin mendengar pengajaran Yohanes meski memiliki kepentingan atau motivasi tertentu.

Kedatangan orang Farisi dan Saduki tentu mendapat tanggapan dan kecaman dari Yohanes Pembaptis. Bukan maksud Yohanes untuk menolak kedatangan mereka. Namun motivasi dan kepentingan orang-orang Farisi dan Saduki dipandang tidak baik oleh Yohanes Pembaptis. Bagi Yohanes orang Farisi dan orang Saduki  hanyalah sekumpulan imam yang hanya mementingkan keuntungan dirinya sendiri. Mereka membiarkan ketidakbenaran terjadi di masyarakat.  Itulah sebabnya Yohanes mengecam mereka. Yohanes menyampaikan bahwa segala tindakan mereka mengandung konsekuensi yang akhirnya akan mereka tanggung (ayat 7). Mereka tidak akan dapat menghindar dari konsekuensi akibat tindakan mereka (ayat 9-12). Yohanes mengingatkan orang Farisi dan Saduki untuk bertobat dari sikap hidup mereka (ayat 8).

Allah menghendaki umat hidup dalam pertobatan. Pertobatan dimulai dari sebuah pengakuan dan kesediaan untuk diubah dan berubah. Tanpa pertobatan maka kehidupan umat Tuhan akan jauh dari Damai Sejahtera. Yohanes Pembaptis mengingatkan umat Tuhan untuk menyambut kedatangan sang Raja Damai, sang Mesias, dengan memberi diri untuk bertobat. Terbuka hati dan berkomitmen utnuk diubah dan berubah.

Refleksi
Pertobatan bukanlah hanya ucapan. Pertobatan juga merupakan sebuah proses perubahan. Pertobatan mengarahkan setiap orang pada peziarahan dijalan Tuhan. Tanpa pertobatan kehidupan umat Tuhan tidak akan pernah dapat menjadi sebuah kesaksian. Tanpa pertobatan hidup umat Tuhan tidak berbeda dengan manusia duniawi yang hanya mementingkan kedagingan dan hawa nafsu.

Tekadku
Ya Allah, mampukan saya untuk bertobat. Mau diubah dan berubah. Tolong Saya untuk selalu mengoreksi diri dan merubah sikap hidup yang tidak berkenan dihadapan Tuhan.

Tindakanku
Tekun bersaat teduh. Tekun mengevaluasi diri. Terus bersemangat membaca firman Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«