suplemenGKI.com

Mazmur 72:1-7, 12-14

“Bersikap Adil: Cerminan Allah bagi Dunia”

PENGANTAR

Mazmur ini merupakan doa harapan bagi seorang raja keturunan Daud yang memerintah. Doa ini mencerminkan konsep ideal figur dan peranan seorang raja, serta dampak luar biasa yang akan terjadi oleh pemerintahan raja yang demikian.

PEMAHAMAN

  1. Ayat 1: Apa yang menjadi permohonan awal dalam doa ini?Dengan demikian, darimanakah sumber hukum dan keadilan yang sesungguhnya?
  2. Jika sumbernya adalah dari Tuhan sendiri, mengapa pemazmur memintanya untuk raja dan bukan untuk diri sendiri? (temukan pesan mengenai hubungan antara Tuhan-raja-masyarakat)
  3. Ayat 2, 4: Apa tujuan pemazmur meminta hal tersebut?Karakter apa yang mestinya dimiliki seorang raja/kepala pemerintahan?
  4. Ayat 4, 12-14: Siapa yang sering menjadi korban ketidakadilan? Tindakan apa yang semestinya dilakukan seorang raja/kepala pemerintahan?

Dalam doanya, pemazmur memohon kepada Allah untuk memberi hukum dan keadilan Allah kepada raja. Permohonan tersebut mengingatkan kita bahwa hukum dan keadilan yang sejati hanya ada pada Allah sumbernya, bukan pada yang lain. Namun mengapa pemazmur tidak berdoa untuk diri sendiri/bangsa Israel secara menyeluruh? Ia memintanya secara khusus bagi raja sebab raja diperhitungkansebagai wakil Allah di dunia, yang memimpin umat Allah. Karena itu pemazmur memintanya secara langsung dari Allah agar wakil-wakil Allah ini mampu memerintah sebagaimana yang Allah kehendaki. Allah menghadirkan hukum dan keadilanNya melalui orang-orang yang dipercayaiNya.Walau bukan raja, janganlah lupa bahwa kita pun diperhitungkan sebagai mitra Allah dalam menghadirkan keadilan di tengah-tengah masyarakat kita.

REFLEKSI

Renungkanlah, apa yang membuat orang seringkali sulit berlaku adil terhadap golongan yang lemah? Bagaimana dengan Anda sendiri?

Seringkali mudah membela kepentingan orang-orang yang ‘kuat’ karena mungkin ada keuntungan pribadi yang kita nikmati saat kita membela/ mendukung mereka, walau saat mendukung mereka adakalanya kita pun merugi, tapi tidak menjadi masalah karena kita sedang menantikan keuntungan yang jauh lebih besar daripada nilai kerugian kita. Sebaliknya, membela dan menyatakan keadilan kepada yang lemah lebih sering tidak memberi keuntungan apa pun, bahkan terkadang malah merugikan kita. Ada pengorbanan jika mau menolong dan berlaku adil kepada mereka yang lemah. Pengorbanan inilah yang kerap orang hindari, sehingga keadilan itu menjadi bisu.

TEKADKU

Tuhan di Surga, berikanlah aku kekuatan untuk terus mampu bersikap adil di tengah dunia yang sudah semakin membuang jauh keadilan terhadap orang lain, selain untuk diri sendiri. Dengan demikian mereka mampu merasakan kasih dan keadilanMu, sebagaimana yang Kau tunjukkan pada umatMu. Amin

TINDAKANKU

Hal apa yang akan Anda lakukan hari ini sebagai praktik bersikap adil terhadap golongan lemah yang Anda temui hari ini? Lakukanlah itu!

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«