suplemenGKI.com

Kemuliaan Allah dalam Karya-Nya

Lukas 9:37-43a

Pengantar

Lukas menceritakan bahwa peristiwa ini terjadi di hari berikutnya, setelah Penampakan cemerlang Yesus di bukit itu. Begitu Dia bersama 3 murid-Nya sudah turun dari bukit itu, serombongan besar orang segera menemui Dia. Seorang di antaranya berteriak meminta tolong kepada-Nya, sambil menceritakan penyakit parah yang dialami anaknya. Para murid juga sudah dimintai tolong, namun mereka tidak mampu menyembuhkannya

Pemahaman

Ay. 40    : Mengapa murid-murid tidak dapat menyembuhkan anak itu?

Ay. 41    : Siapa yang ditegur keras oleh sang Guru?

Kalau kita memperhatikan dengan seksama, maka jelas teguran itu ditujukan kepada orang-orang yang ada di situ, baik semua orang yang hadir menemui-Nya di situ maupun – dan bahkan mungkin terutama – murid-murid-Nya. Sebab secara kronologis, sebelumnya murid-murid-Nya secara khusus sudah diutus dan dibekali dengan kuasa untuk melayani masyarakat (9:1-6), termasuk untuk mengusir setan atau roh najis. Namun ternyata mereka tidak mampu mengusir setan dari seorang anak. Teguran sang Guru dengan jelas menunjukkan kegagalan mereka itu karena mereka “tidak percaya dan …sesat”. “Tidak percaya” mungkin lebih menunjukkan bahwa mereka memiliki keraguan dan tidak sepenuhnya percaya. “Sesat” mungkin menunjukkan bagaimana pengenalan mereka tentang sang Guru. Mereka tidak memahami sepenuhnya misi Yesus menolong mereka.

Namun kegagalan para murid itu justru menjadi jalan bagi Yesus untuk melakukan pelayanan kepada umat-Nya.Dia pun turun tangan mengusir roh jahat itu agar keluar dari anak itu, dan menyembuhkan anak itu. Begitu melihat sang Guru berhasil melakukannya, semua orang yang hadir saat itu terpana kagum melihat kemahakuasaan Allah berlaku di situ.

Refleksi

Kemahakuasaan Allah selalu dilakukan-Nya demi kepentingan umat-Nya.Di perikop sebelumnya itu ditunjukkan-Nya berkaitan dengan penampilan Yesus yang begitu cemerlang bersinar kemilau dan pernyataan Allah bahwa Kristus adalah AnakNya yang sudah dipilih-Nya, yakni dalam rangka persiapan-Nya menuju salib.Kali ini kemahakuasaan-Nya berlaku lewat sikap belas kasihan-Nya kepada umat-Nya dan dalam mengatasi segala bentuk setan atau roh jahat. Allah bekerja dengan kuasa-Nya yang besar itu demi masa depan umat-Nya. Namun kemahakuasaan-Nya juga hadir dan berlaku dalam hidup umat-Nya juga pada masa sekarang

Tekad

Dapat mencerminkan Allah yang mahakuasa dan mahakasih

Tindakan

Terus mengingatkan diri bahwa Allah tetap Mahakuasa mengatasi segala sesuatu

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*