suplemenGKI.com

Hidup Dalam Ketulusan

 

Markus 10:13-16

 

Pengantar
                Seringkali dalam masyarakat bahkan keluarga kita menganggap bahwa anak-anak tidak masuk hitungan atau tidak dianggap atau bahkan disepelekan. Anak-anak diabaikan karena dianggap tidak mengerti apa-apa dan belum saatnya berkumpul dengan orang yang dewasa. Bagaimana pendangan Yesus terhadap anak-anak? 

Pemahaman
Ay 13, Apa yang terjadi ketika anak-anak dibawa kepada Yesus?
Ay 14, Apa reaksi Tuhan Yesus ketika melihat muri-murid-Nya melarang anak-anak dekat dengan Yesus?
Ay 14-15, Apa yang Yesus katakan tentang anak-anak tersebut?
Ay 16, Apa yang Yesus lakukan terhadap anak-anak tersebut?

Tidak dapat dipungkiri bahwa banyak orang-orang yang selalu ingin berjumpa dengan Yesus. Maka murid-murid-Nya menjadi orang-orang yang sibuk mengatur jadual pertemuan itu. Bagi banyak orang berjumpa dengan Yesus adalah saat-saat yang menyenangkan, maka mereka juga berharap anak-anak mereka dapat berjumpa dengan Yesus. Melihat orang tua yang ingin membawa anak-anaknya kepada Tuhan Yesus maka murid-murid-Nya memarahi orang tua-orang tua tersebut. Murid-murid marah karena anak-anak dilibatkan dalam pertemuan ini, anak-anak yang dianggap belum bisa apa-apa dan kenakalan anak-anak akan menambah kerepotan murid-murid Yesus.

Melihat peristiwa tersebut, Yesus justru marah kepada murid-murid-Nya dan berkata: ”Biarlah anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah”. Yesus justru mengingatkan orang banyak bahwa menyambut Kerajaan Allah harus seperti anak-anak. Yesus melihat ketulusan hati anak-anak yang datang kepada-Nya. Maka sesungguhnya Yesus juga berharap bahwa orang-orang yang datang kepada-Nya mesti memiliki hati yang tulus, yang murni dan ihklas. Kerajaan Allah akan hadir dalam hidup kita manakala kita memiliki ketulusan hati di hadapan Allah. Hidup yang berani terbuka dan jujur kepada Allah akan membuat hidup kita semakin berkenan kepada-Nya.

Demikian juga secara langsung Yesus menasihati murid-murid-Nya untuk tetap menjaga hidup yang tulus, bukan mau mencari ketenaran atau mencari kepentingan diri sendiri, namun mereka terus diajarkan untuk melayani semua orang termasuk anak-anak di dalamnya. Yesus pun juga berharap nantinya murid-murid-Nya akan memperhatikan anak-anak juga.

Refleksi
Ambil waktu sejenak untuk merenungkan: Apakah saya sudah hidup tulus dihadapan Allah? Atau masih banyak hidup saya yang tidak tulus di hadapan-Nya?

Tekadku
Ya Tuhan, ampunilah kesombongan hidup saya, saya sering merasa bahwa saya mampu, dan bisa menghadapi hidup ini dengan kekuatan saya sendiri. Ampunilah dosa saya ya Tuhan.

Tindakanku
Hari ini saya akan berusaha untuk hidup tulus dengan orang lain, berani bicara yang jujur dan sopan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«