suplemenGKI.com

Minggu, 7 Maret 2021

06/03/2021

SIAPA YANG KAU SEMBAH?

Yohanes 2:13-22

 

Pengantar
Dalam Perjanjian Lama, Paskah merupakan peristiwa keluarnya bangsa Israel dari tanah Mesir. Mendekati hari Paskah, biasanya orang dari berbagai penjuru datang berbondong-bondong untuk berbakti di Bait Allah Yerusalem. Ketika Yesus berada di dunia, Ia pun turut pergi ke Bait Allah menjelang hari raya Paskah. Namun, kenyataan yang ditemui-Nya justru berbeda dari fungsi Bait Allah sebagaimana mestinya.

Pemahaman

  • Ayat 14-16    : Kondisi apakah yang dijumpai oleh Yesus ketika Ia masuk ke Bait Allah? Mengapa kondisi itu dapat terjadi? Bagaimanakah respon Yesus ketika menyaksikannya?
  • Ayat 17-18    : Bagaimanakah reaksi para murid dan orang Yahudi ketika menyaksikan tindakan Yesus membersihkan bait Allah ?
  • Ayat 19          : Apa makna perkataan Yesus pada bagian ini?

Bait Allah yang seharusnya menjadi sarana umat untuk beribadah, justru dipadati oleh transaksi jual beli dan penukaran uang (ayat 14). Hal ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan uang sebagai persembahan yang sangat diperlukan umat dalam beribadah. Tetapi uang yang dimiliki berasal dari segala tempat, sehingga mata uang mereka tidak dapat diterima. Oleh karena itu, mereka harus menukarkan dengan uang resmi yang ditetapkan sebagai persembahan pada jasa penukaran uang. Bahkan dalam hal beribadah, seluruh orang yang datang harus membawa binatang-binatang yang akan dikorbankan pada Tuhan. Binatang persembahan itu harus melewati pemeriksaan dari para imam. Jika terjadi cacat pada binatang yang akan dipersembahkan, maka umat harus melakukan transaksi jual beli binatang agar mendapatkan uang yang dapat dipersembahkan ke Bait Allah.

Yesus melihat hal ini sebagai suatu kesalahan, karena akan membuat fokus umat menjadi tidak benar dalam beribadah. Oleh karena itu Yesus menunjukkan kemarahan-Nya dengan membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci (ayat 15). Melihat hal itu, para murid mengingat Mazmur 69:10 yang berkata, “Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku”. Para murid kemudian meyakini bahwa Yesus adalah Mesias yang diurapi oleh Allah. Mereka diingatkan bahwa kehadiran Mesias akan dibenci oleh orang-orang yang tidak menyukai-Nya. Sedangkan orang Yahudi justru menantang Yesus (ayat 18). Yesus merespon bahwa Bait Allah akan dirombak dan didirikan-Nya kembali dalam waktu tiga hari (ayat 19). Orang Yahudi itupun tidak percaya. Namun, perkataan Yesus tentang Bait Allah adalah menunjuk pada diri-Nya sendiri yang akan mengalami penderitaan, kematian, dan kebangkitan. Korban persembahan yang semula diberlakukan, memberatkan, dan mengalihkan fokus umat untuk datang pada Tuhan, pada akhirnya tidak lagi dipergunakan. Kristus sendiri-lah yang akan menjadi korban persembahan yang memperdamaikan umat dengan Bapa.

Refleksi
Hal-hal apa sajakah yang dapat mengganggu fokus kita dalam beribadah kepada Allah? Ataukah selama ini kita menjalankan ibadah dengan motivasi lain sehingga persekutuan orang Kristen hanya dipahami sebagai rutinitas belaka? Bukankah ibadah itu juga didasari dengan mempersembahkan diri kepada Tuhan?

Tekadku
Tuhan, ajarlah aku untuk tetap tertuju menyembah hanya kepada-Mu. Berikanlah aku hati yang baru, agar dimampukan untuk beribadah dengan penyerahan diri dan horman akan Engkau.

Tindakanku

  • Dengan rendah hati, aku mau menyadari dan memohon ampun pada Tuhan apabila selama ini kurang berfokus dalam beribadah kepada Tuhan.
  • Aku mau membersihkan hidupku dari dari segala hal yang dapat menodai dan merusak fokus penyembahan kepada Allah.
Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«