suplemenGKI.com

Kerinduan kepada Allah

Mazmur 63 dikelompokkan ke dalam mazmur dari doa pagi.  Jika ditanyakan secara umum kepada orang Kristen, apa kegiatan pertama yang dilakukan pada pagi hari, tentu kita akan mendengar jawaban yang hampir serupa, yaitu berdoa.  Namun pemazmur memaknai doa lebih dari sekadar kebiasaan semata-mata, melainkan lebih penting dari itu.  Melalui mazmurnya kita akan mengetahui bagaimana pemazmur memiliki kerinduan yang sangat besar terhadap Tuhan. Kita sebagai orang Kristen pun perlu belajar membangun keintiman hubungan yang sedemikian rupa dengan Tuhan kita.

  1. Ayat 2-3: Bagaimana pemazmur mengekspresikan kerinduannya kepada Allah?
  2. Ayat 4: Apa yang menjadi pengakuan percaya dari pemazmur terhadap Tuhan?
  3. Ayat 5-6: Apa yang menjadi tekad pemazmur di hadapan Tuhan?
  4. Ayat 7-9: Bagaimana Anda menilai hubungan pemazmur dengan Tuhan melalui ungkapan-ungkapannya di ayat-ayat ini?

Renungan

Mazmur yang kita baca hari ini menampilkan sosok Daud sebagai teladan pendoa yang benar bagi kita semua orang Kristen pada masa kini.  Doa bagi Daud bukan dilakukan sekadar rutinitas atau kebiasaan sesehari.  Doa bagi Daud menjadi ungkapan yang paling jujur dan baik untuk menyatakan seberapa penting Allah baginya.  Demikian pula dengan kita. Doa bisa mengungkapkan apakah Allah hanya sekadar ‘mesin penjawab’ kebutuhan-kebutuhan kita, apakah Allah hanya seperti ‘bank’, atau ‘tukang service’ yang hanya kita datangi sewaktu-waktu.

Daud mengungkapkan bahwa kebutuhannya akan Tuhan itu seperti tanah kering yang membutuhkan air. Tanpa air, tanah kering akan menjadi semakin tandus dan tidak memungkinkan adanya kehidupan di atasnya.  Hal ini berarti, bagi Daud, tanpa Tuhan, ia tidak mungkin bisa menjalani kehidupannya dengan normal, melainkan justru akan bergerak menuju kehancuran dan kematian.

Melalui doa, pemazmur diyakinkan kembali akan kasih setia dan kekuatan Tuhan yang selalu menyertainya.  Iman pemazmur sungguh terbaca dengan baik melalui doa yang dinaikannya kepada Tuhan.  Karena itu sejalan dengan pengakuan imannya, maka secara otomatis sikap hidupnya akan menunjukkan apa yang ia percayai.  Ia akan terus memuji dan memuliakan Tuhan, merenungkan Tuhan setiap hari. Peka dengan banyaknya pertolongan Tuhan yang ia alami.

Mari belajar membangun hubungan kita dengan Tuhan lebih baik lagi.  Melalui doa dan permohonan yang benar seperti Daud, kita akan semakin bertumbuh dalam mengenal dan mengalami Tuhan setiap harinya.  Doa mungkin tidak selalu membuat kita terluput dari persoalan hidup, tetapi dengan berdoa, dengan datang kepada Tuhan setiap hari, kita akan beroleh kekuatan, baik jasmani maupun rohani untuk menghadapi setiap perkara yang akan terjadi.

Kebergantungan kita kepada Tuhan dinyatakan melalui seberapa serius kita membangun kehidupan doa kita setiap hari

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*