suplemenGKI.com

Minggu, 7 Juni 2015

06/06/2015

Iman Tangguh: Iman yang Bertahan Meski Ditolak

Markus 3:20-30

Pengantar

“Sakitnya tuh di sini” konon merupakan ungkapan yang dilatarbelakangi oleh berbagai penolakan yang dialami si penyanyi tersebut. Sebuah penolakan tentu tidak menyenangkan. Dan hari ini kita merenungkan kisah penolakan.

Pemahaman

-   Ayat 20 -22  : Siapa saja yang menolak Kristus? Penolakan seperti apa yang dialami Kristus?

-   Ayat 23-30   : Bagaimana reaksi Kristus menghadapi penolakan itu? Mengapa Ia melakukan hal tersebut?

Kalau kita memperhatikan ayatnya yang ke-20, nampaknya pelayanan Kristus pada waktu itu sedang booming, sehingga datanglah orang banyak berkerumun. Akibatnya Kristus dan para murid tidak memiliki kesempatan untuk makan. Namun tidak semua pihak merespon secara antusias terhadap pelayanan Kristus. Kaum keluarga-Nya datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka Ia tidak waras lagi. Meski ungkapan “tidak waras lagi” di sini oleh sebagian ahli Kitab dipahami sebagai bertindak di luar kewajaran – jadi bukan sedang gila atau mengalami gangguan kejiwaan – namun jelas ada penolakan di dalamnya. Kaum kerabatnya tidak paham mengapa Kristus harus lebih memilih berkhotbah keliling dan tidak menghasilkan uang, padahal Ia seharusnya turut membantu perekonomian keluarga? Ketidak-mengertian ini membuat mereka ingin mengambil Kristus guna menempatkan kembali Dia di dalam “bingkai berpikir” mereka.Penolakan lainnya adalah dari para ahli Taurat, di mana mereka menilai Kristus kerasukan Beelzebul. Ini merupakan tuduhan yang serius, apalagi diucapkan oleh mereka yang punya otoritas. Mereka bukanlah para ahli Taurat Galilea, tetapi para ahli Taurat yang datang dari Yerusalem, dari pusat.

Menghadapi semuanya itu, Kristus meluruskan pemahaman yang salah itu dengan cara memberikan ilustrasi yang sangat sederhana dan gamblang. Tapi di samping itu Ia juga memberikan peringatan yang tidak kalah pentingnya, yaitu memberi peringatan tentang bahayanya menghujat Roh Kudus dengan menyangkal segala perbuatan-Nya yang menginsafkan manusia terhadap dosa, dan kebenaran serta penghakiman (Yoh. 16:7-9). Kristus tidak mau terjebak dalam perdebatan emosional, tapi Ia berfokus pada menegakkan kebenaran dalam konteks mengemban misi Allah yang diletakkan di bahu-Nya.

Refleksi

Seringkali kita terganggu dengan komentar dan reaksi yang tidak proporsional, bahkan cenderung untuk menghakimi. Celakanya, kita memilih untuk menanggapi komentar itu sehingga kehabisan waktu dan tenaga untuk tetap fokus menegakkan kebenaran dalam konteks mengemban misi Allah. Akibatnya kita menjadi jengah dan enggan untuk melayani, karena takut terluka.

Tekad

Doa: Tuhan Yesus, tolonglah saya tiada gentar menghadapi fitnah dan komentar-komentar yang tidak membangun. Amin.

Tindakan

Saya mau bertekad untuk mengikut Kristus dan melayani Dia, dengan menyanyikan lagu “Saya Mau Ikut Yesus” pada waktu pagi, siang dan malam, selama hari ini dan besok.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«