suplemenGKI.com

Minggu, 7 Juli 2019

06/07/2019

PEWARTA KABAR BAIK

Lukas 10:1-12

 

PENGANTAR
Banyak orang beranggapan bahwa tugas memberitakan kabar baik adalah tugas orang-orang tertentu saja, yaitu orang-orang yang sudah diperlengkapi dengan berbagai pengetahuan dan dididik secara khusus.  Para murid Yesus, yang sebagian besar tidak terpelajar tetapi sebagai nelayan, justru merekalah yang dipanggil dan diutus mewartakan injil kerajaan Allah bagi semua bangsa.  Kalau begitu tugas itu untuk siapa?  Mari kita merenungkan! 

PEMAHAMAN

  • Mengapa Tuhan Yesus mengutus tujuh puluh murid? (ayat 1-3)
  • Gambaran karakter seperti apakah yang Tuhan Yesus inginkan dimiliki para murid sebagai utusan-Nya (ayat 2-3)
  • Bagaimana dengan anda saat ini?  Apakah masih memiliki semangat membawa kabar baik bagi semua orang di sekitar?

Melalui bacaan hari ini Tuhan Yesus memperlihatkan bahwa para murid yang Dia panggil itu, tidak berhenti hanya sebagai pendengar kabar baik.  Tetapi yang lebih utama adalah mereka dipanggil mewujudkan karya Kristus bagi dunia.  Kisah pengutusan murid berjumlah tujuh puluh dalam Lukas 10 ini adalah kisah lanjutan dari pasal 9 di mana Dia mengutus dua belas murid-Nya yang diutus mendahului-Nya.

Ayat 2-3 menyatakan “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit.  Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.  Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala”  Perkataan Yesus itu memiliki pengertian bahwa pengutusan Yesus kepada dua belas murid itu memiliki dampak besar dalam kehidupan umat Tuhan saat itu.  Oleh sebab itu, perlu ditambahkan tujuh puluh orang sebab Dia melihat semakin banyak orang yang membutuhkan kabar baik.  Para utusan, baik yang dua belas maupun tujuh puluh murid itu memiliki kedudukan yang sama dan mendapat kuasa yang sama.  Mereka diutus sebagai pekerja yang memiliki karakter seperti anak domba di tengah-tengah serigala.  Ada tantangan, mudah diserang tetapi harus sabar dan selalu ingat ada penyertaan-Nya yang sempurna (ayat 20).

Tindakan Yesus ini memberikan suatu pelajaran penting buat kita hari ini: Pertama, tugas memberitakan kabar baik tidak dibatasi hanya untuk orang tertentu saja, seperti para pendeta, pengerja gereja, majelis, atau aktivis gereja. Tiap orang yang menjadi pengikut-Nya dipanggil untuk menjadi utusan-Nya (ayat 1) memberitakan kabar baik bagi semua orang di manapun.  Dia pasti menyertai.  Kedua, kabar baik harus disebarluaskan sebab kerajaan Allah sudah dekat (ayat 12).  Tugas para pemberita Injil adalah mengajak semua orang menerima kasih karunia Allah, beriman kepada Kristus dan meninggalkan kehidupan yang lama.  Waktu dan kesempatannya sangat terbatas, oleh sebab itu pemberitaan kabar baik itu tidak bisa ditunda.  Suatu tugas yang berat tetapi mulia agar semakin banyak orang yang mendapat keselamatan.

REFLEKSI
Mari merenungkan:  setiap orang percaya adalah pemberita kabar baik, yang pasti akan mendapatkan tantangan yang tidak mudah.  Tetapi tidak perlu takut sebab sejak semula Tuhan mengingatkan kita untuk bergantung kepada-Nya.  Dia menyertai sampai akhir jaman.

TEKADKU
TUHAN terimakasih untuk kebenaran Firman-Mu hari ini.  Tolonglah aku agar memiliki semangat dan keberanian sebagai pewarta kabar baik melalui sikap dan perkataan di tempat kerja.  Berikan hikmat-Mu dan penyertaan-Mu.

TINDAKANKU
Aku mau menjadi pemberita kabar baik di tempat kerja dengan cara …….  kepada …… agar mereka mengalami kasih-Nya melalui hidupku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»