suplemenGKI.com

Markus 1:9-11.

 

“Pribadi Yang Diperkenankan Bapa”

Pengantar:

            Menjadi pribadi yang diperkenankan tentu merupakan dambaan setiap orang. Di instansi, di sekolah, di rumah dan di pelayanan setiap orang ingin agar keberadaannya diterima, diakui dan dipercaya. Hal itu penting demi keleluasaan dan keoptimalan berkarya. Peristiwa ketika Yesus dibaptis oleh Yohanes, berbagai peristiwa terjadi, semuanya itu menegaskan bahwa Yesus adalah pribadi yang diperkenankan oleh Bapa yang mengutus-Nya dalam rangka memulai karya besar yaitu karya penyelamatan bagi manusia dan dunia yang sedang dibelenggu dosa. Mari kita perhatikan bacaan hari ini, untuk lebih memahami perkenanan Bapa kepada Yesus.

Pemahaman:

1)      Apakah makna pembaptisan Yesus oleh Yohanes? (v. 9)

2)      Apa saja peristiwa yang menegaskan bahwa Yesus diperkenankan oleh Bapa? (10-11)

Peristiwa pembaptisan Yesus oleh Yohanes tidak sama dengan baptisan yang dilakukan oleh Yohanes kepada orang banyak  yang bermakna membersihkan tubuh, pembersihan dari dosa yang bisa juga dikatakan pembaptisan sebagai simbul kematian terhadap dosa atau pertobatan (lih. V. 5) Sedangkan baptisan Yohanes kepada Yesus yang adalah Allah yang menjadi manusia adalah untuk menggenapi keberadaan-Nya sebagai manusia dalam rangka  menjalankan karya penyelamatan-Nya bagi dunia. Baptisan Yesus dapat dikatakan sebagai simbul kehidupan, karena dalam karya penyelamatan-Nya, Yesus akan menghidupkan setiap orang percaya yang tadinya mati karena dosa menjadi hidup dalam keselamatan Kristus. Oleh karena itu dalam peristiwa pembaptisan Yesus disertai peristiwa-peristiwa ajaib yang menegaskan bahwa Yesus hadir ke dunia memang untuk sebuah karya agung keselamatan. Peristiwa-peristiwa tersebut adalah: Langit terkoyak, Roh turun ke atas Yesus seperti burung merpati dan suara dari langit yang berkata “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan” Semua peristiwa itu menjadi tanda bahwa Yesus adalah pribadi yang diperkenankan oleh Bapa. Sejak saat itulah dinyatakan bahwa hanya melalui Yesus manusia yang percaya kepada-Nya akan memperoleh keselamatan atau hidup kekal hidup yang sesungguhnya (band. Yoh 14:6) Jika Yesus yang adalah Allah yang menjadi manusia, harus mendapat  perkenanan Bapa ketika akan memulai karya penyelamatan-Nya, maka sudah sepatutnya kita sebagai orang-orang percaya memperjuangkan hidup yang diperkenankan oleh Tuhan, agar hidup kita juga dapat menjadi alat karya keselamatan Kristus bagi dunia.

Refleksi:
Sudahkah kita berjuang secara maksimal untuk menjadi pribadi yang diperkenankan oleh Tuhan dalam hidup sehari-hari, dalam pelayanan dan dalam pengiringan kita kepada Dia?

Tekad:
Ya Tuhan, saya menyadari bahwa terkadang saya tidak terlelu mempedulikan hidup yang memperkenankan Engkau, sehingga menjalani hidup dengan semberono, ampuni saya Tuhan.

Tindakkan:
Berlatih dan berjuang untuk menjalani hidup yang benar sesuai dengan panggilan saya sebagai orang percaya yang memperkenankan Tuhan, agar menjadi berkat bagi sesama.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«