suplemenGKI.com

Minggu, 7 April 2019

06/04/2019

Mazmur 126:1-6

PERKARA BESAR: APA DAMPAKNYA?

PENGANTAR
Karya Tuhan dalam kehidupan kita selalu membuat kita terpesona, dan sering menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi kita. Namun, cukupkah hanya sampai di sana? Seharusnya tidak! “Perkara besar”yang telah dilakukan Tuhan bagi kita seharusnya menjadi kesaksian bagi orang-orang di sekitar kita, sekaligus menumbuhkan iman dan pengharapan kita. Bukankah perkara besar seharusnya juga berdampak besar?

PEMAHAMAN
Mazmur ini digubah untuk menggambarkan perjuangan orang-orang Yahudi yang pulang dari pembuangan. Pemazmur, berbicara sebagai orang-orang yang telah kembali dari pembuangan, mengungkapkan kembali pengalaman mereka pada waktu itu. Mereka sangat bersukacita karena Tuhan telah mengembalikan sebagian dari mereka ke negeri Israel. Namun, iman dan pengharapan pemazmur tidak berhenti sampai di situ. Ia yakin semua orang yang masih tertawan juga akan pulang ke negeri mereka.

 

  • Ayat 1-3. Mengapa pemazmur menyebut keadaan mereka seperti orang bermimpi? Bagaimana reaksi orang-orang di sekitar mereka?
  • Ayat 4. Apa yang pemazmur minta dari Tuhan? Mengapa ia berdoa demikian?
  • Ayat 5-6. Selain berdoa, pemazmur juga mengajak seluruh umat mengambil bagian untuk mewujudkan doa mereka.

Ayat 1-3. Istilah “memulihkan” di ayat 1 juga sering digunakan untuk seorang yang sembuh dari sakit yang parah. Karena itulah pemazmur menyebutnya “seperti orang yang bermimpi”. Pengalaman ajaib umat Israel ini juga didengar oleh bangsa-bangsa lain sehingga mereka pun mengakui bahwa Tuhan telah melakukan tindakan yang ajaib bagi umat-Nya.

Ay. 4. Pemazmur berdoa agar Tuhan melakukan pemulihan secara sempurna: seluruh umat Israel yang masih berada di pembuangan juga kembali ke negeri mereka (ay. 4). Ia membayangkan orang-orang yang kembali itu seperti aliran air di tanah Negev (yaitu sebuah padang gurun di sebelah selatan Yehuda), yang pada musim kemarau tidak berair namun pada musim penghujan airnya melimpah-ruah memenuhi tepian sungainya.

Ay. 5-6. Di sini pemazmur menggunakan istilah-istilah pertanian sebagai metafora/ kiasan. Umat Israel diumpamakan tanah yang telah sedemikian lama diterlantarkan sehingga sudah sangat sulit untuk digarap. Namun, dengan ketekunan panen pasti akan terjadi. “Menabur dengan air mata” bukan hanya berbicara mengenai kerja keras, tetapi terutama tentang pertobatan. Demikian pula, “menuai dengan sorak-sorai” menunjuk pada orang-orang buangan lainnya yang akan pulang kemudian. Pemazmur yakin bahwa jika mereka berbalik kepada Tuhan, maka seluruh orang yang masih dalam pembuangan akan kembali ke tanah Israel.

REFLEKSI
Pernahkah Tuhan melakukan perkara besar dalam kehidupan Anda? Seberapa besarkah dampaknya bagi kehidupan Anda dan bagi orang-orang di sekitar Anda?

TEKADKU
Tuhan, aku bersyukur atas berbagai perkara besar yang telah Kau lakukan dalam hidupku. Mampukanlah aku bersaksi kepada orang-orang di sekitarku.

TINDAKANKU
Dalam seminggu ke depan aku akan bersaksi kepada minimal satu orang mengenai perkara besar yang pernah diperbuat Tuhan dalam hidupku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«