suplemenGKI.com

Matius 14:24-33 

Jauh Dari Tuhan Berdampak: Panik, Takut Dan Bimbang 

            Ketika kami masih kecil-kecil sering hanya bersama dengan ibu saja di rumah, sementara ayah sering keluar kota dalam rangka bekerja. Terkadang jika kami menghadapi kesulitan, misalnya lampu mati, genteng bocor atau sanyo tidak menyala, maka kami semua dengan mudah bisa panik, takut dan bimbang. Terkadang kami hanya bisa bertanya “bagaimana ini? Tetapi kepada siapa kami bertanya juga tidak tahu. Padahal sebetulnya ibu kami juga bisa mengatasi walaupun tidak sebaik jika ada ayah di rumah. Keadaan demikian menyadarkan kami, bahwa memang tidak nyaman jika jauh dari ayah. Renungan hari ini memperlihatkan kepada kita bahwa begitu banyak dampak buruk yang terjadi akibat murid-murid tidak bersama-sama dengan Yesus walaupun hanya beberapa saat.   

Pertanyaan-Pertanyaan Penuntun:

  1. Dalam rangka apakah murid-murid dan Yesus menyeberang melalui danau?
  2. Apa yang terjadi dengan murid-murid sebelum Yesus mendatangi mereka?
  3. Apa faktor utama yang menyebabkan mereka panik, takut dan bimbang? 

Renungan:

            Secara hurufiah tidak dijelaskan mengapa mereka menyeberang melalui danau, Penulis Matius juga tidak menjelaskan sedang menuju kemana mereka. Tetapi beberapa alasan yang bisa diterima adalah Pertama: Yesus dan murid-murid ingin menghindar dari kejaran banyak orang yang mau mengikut Yesus karena hanya ingin mendapatkan berkat mujizat dari Yesus, sehingga harus melalui danau (Yoh 6:26) Kedua: Karena ada pekerjaan atau pelayanan yang akan dilakukan Yesus dan murid-muridNya di beberapa tempat yang lain. Di Genesaret (Mat 14:34-36) dan di Kapernaum (Yoh 6:17)  Supaya tidak diikuti oleh orang banyak, karena jika perjalanan Yesus dan murid-murid diikuti oleh rombongan besar maka akan berdampak buruk bagi penilaian orang-orang yang tidak menghendaki keberadaan Yesus.

            Suatu hal yang tidak pernah diduga sebelumnya, ketika di tengah perjalanan murid-murid mengalami masalah, yaitu terjadi angin sakal. Dampak dari angin sakal itu mereka menjadi kepayahan dalam mengendalikan perahunya (Mark 6:48) Secara teori sebenarnya mereka sudah terbiasa dan pasti mampu mengatasi persoalan gelombang itu karena mereka sudah mengenal cuaca maupun situasi danau, apalagi mereka sebagian besar adalah nelayan. Tetapi mengapa mereka menjadi kesusahan, panik dan ketakutan? Dalam kondisi kelelahan setelah beberapa jam terombang-ambing diterpa angin sakal dengan suasana gelap kondisi fisik mereka pun mengalami penurunan. Di saat seperti itu mereka melihat bayangan yang tidak jelas maka semakin memuncaklah kepanikan, ketakutan dan kebimbangan mereka. Sehingga kehadiran Yesus pun dianggap hantu. Khususnya Petrus sangat terlihat sekali kepanikannya, sehingga ingin menguji apakah yang dilihat itu benar-benar Yesus, dengan meminta Yesus menyuruhnya datang kepada Yesus. Itupun belum cukup membuatnya yakin, dia masih tetap kalah oleh perasan panik, takut dan bimbang sehingga ketika diterpa angin sepoi-sepoi ia pun tenggelam.

            Saudara, jauh dari Yesus tidak membuat kita menjadi lebih baik, jauh dari Yesus tidak membuat kita menjadi lebih tenang, jauh dari Yesus tidak membuat kita menjadi lebih berhasil. Sebaliknya jauh dari Yesus akan menimbulkan dampak buruk yang lebih menyiksa. Untuk itu jangan pernah menjauhkan diri dari Yesus, apapun persoalan kita tetaplah setia dekat dengan Dia. Amin. 

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*