suplemenGKI.com

Matius 18:15-20                               

PERSEKUTUAN BUKAN GEROMBOLAN

 

Pengantar
Hidup dalam persekutuan tentu tidak semudah yang dibayangkan siapapun. Hidup dalam persekutuan memerlukan komitmen yang kuat dari setiap orang yang ada dalam persekutuan tersebut. Tidak sedikit persekutuan Kristen mengalami konflik berkepanjangan hingga mengalami perpecahan. Tidak sedikit juga yang terus menerus ada dalam situasi konflik yang tidak kunjung usai meski persekutuan itu juga tidak mengalami perpecahan. Bahkan ada juga persekutuan yang tampaknya baik-baik saja, namun ternyata didalamnya terjadi konflik yang sangat hebat.

Hidup bersama orang lain memang  tidak mudah. Keluarga sebagai komunitas terkecil dalam masyarakat saja seringkali terjadi konflik apalagi komunitas yang besar seperti persekutuan. Merajut kebersamaan tidak semudah membalikkan tangan, mengingat secara mendasar Tuhan menciptakan kita berbeda satu dengan yang lain.

Pemahaman
Ayat 15-20           Pengajaran apa yang disampaikan Yesus perihal memberi nasihat kepada orang lain ? Apakah maksud dan makna ucapan Yesus tentang keberadaan dua atau tiga orang dalam teks bacaan ?

Dalam teks bacaan Yesus menyampaikan pengajaran perihal bagaimana menyampaikan nasihat kepada sesama. Bahwa bila nasihat tidak didengar maka harus mengajak satu atau dua orang lainnya. Bahkan bila nasihat itu tidak didengarkan juga maka hal itu harus dibawa kepada jemaat (ayat 15-17). Yesus sesungguhnya tidak hanya bicara tentang etika namun lebih dari itu Yesus tengah memperlihatkan betapa pentingnya kehidupan sebuah persekutuan itu. Bahwa masing-masing orang memiliki tanggungjawab yang sama untuk saling memperhatikan, mengingatkan dan menasehati dalam persekutuan. Demikian halnya ketika Yesus juga menyinggung tentang keberadaan dan kesepakatan di antara dua atau tiga orang pada ayat 18 dan 19 sebenarnya juga terkait erat dengan persekutuan. Bahwa dalam persekutuan dua atau tiga orang sama pentingnya dihadapan Allah. Tidak ada perbedaan. Disinilah terlihat bahwa Kristus mengajarkan nilai kesetaraan dalam persekutuan

Yesus menghendaki umat membangun persekutuan yang didalamnya setiap orang hidup memperhatikan satu dengan yang lain. Menerapkan nilai-nilai kesetaraan. Mempraktekkan kasih secara nyata. Persekutuan yang didalamnya nilai-nilai kesetaraan tidak ada, kemudian tidak saling menghormati dan menghargai, tidak peduli, tidak mau tahu, maka persekutuan itu lebih tepat disebut gerombolan orang semata bukan persekutuan.

Refleksi
Gereja adalah sebuah persekutuan dan bukan kumpulan orang atau gerombolan. Bagaimanakah kemudian sekumpulan orang ini disebut persekutuan? Ketika orang-orang dalam perkumpulan itu seia sekata, saling memperhatikan, menegur dalam kasih, saling menopang, saling membantu, saling menghormati maka nyatalah perkumpulan orang itu adalah persekutuan. Hal ini juga berlaku dalam keluarga. Bahwa keluarga sebagai persekutuan juga harus membangun nilai-nilai yang diajarkan oleh Yesus.

Tekad
Ya Allah, berikan kami masing-masing dalam keluarga sikap rendah hati dan mau mendengar masukan. Tolong kami agar kami tidak memperlihatkan sikap egois dan keras hati. Mampukan kami sekeluarga untuk hidup dalam kemesraan yang sungguh-sungguh.

Tindakan
Membangun persekutuan doa keluarga. Dalam persekutuan bersama mendengarkan firman Allah. Melakukan evaluasi terhadap sikap dan perbuatan yang telah dilakukan sepanjang hari. Saling mendoakan satu dengan yang lain.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*