suplemenGKI.com

Setelah menyembuhkan anak perempuan Siro-Fenisia Yesus menuju ke danau Galilea di tengah-tengah Dekapolis. Itu memang sesuai dengan misiNya untuk berkeliling melakukan karya keselamatan bagi banyak orang (Luk 8:1) Dalam Markus 7:31-37 ini kita melihat kisah penyembuhan yang diadakan oleh Yesus yang tidak dicatat oleh para penulis Injil yang lain. Kisah ini mengenai penyembuhan terhadap seorang yang tuli dan gagap di Galilea.

 

Pertanyaan-pertanyaan penuntun:

1.      Apakah menurut pendapat anda keadaan orang yang diceritakan di ayat.32 itu adalah orang yang sangat menderita karena tuli dan gagapnya?

2.      Apa tujuan Yesus memisahkan orang tersebut dari keramaian? (33-36)

3.      Apa yang anda pahami tentang kalimat “Ia menjadikan segala sesuatu baik? (37)

 

Renungan:

            Tentang orang tuli dan gagap itu ada yang mengatakan telah dialami sejak lahir, ada yang mengatakan karena malapetaka, tetapi ada juga yang mengatakan karena dosa. Apapun faktornya yang jelas orang itu mengalami sesuatu yang tidak baik dalam hidupnya. Orang itu rupanya sangat menderita dan tidak bisa melalukan sesuatu tanpa bantuan orang lain itu sebabnya untuk datang kepada Yesus dia harus dibawa oleh orang lain. Tetapi ada juga yang mengatakan bahwa dia masih bisa berkomunikasi dengan orang lain namun sulit dimengerti karena apa yang dia maksud orang lain tidak mengerti dan apa yang orang maksud dia tidak mengerti. Bagaimana mau mengerti dia tuli dan kalau berbicara sulit dipahami karena dia gagap. Sehingga keadaannya sangat tidak baik, tidak baik bagi dirinya sendiri dan tidak baik juga bagi orang lain.

            Pada ayat. 33 dikatakan Yesus memisahkan si tuli dan gagap dari orang banyak, dan rupanya memang Yesus sengaja mengadakan mujizat secara pribadi dengan orang tersebut. Hal itu bukan karena ada keganjilan atau aneh dalam cara Yesus menyembuhkan orang itu, tetapi ingin menunjukkan bahwa Yesus dalam melakukan mujizat tidak ingin mencari kemuliaan untuk diriNya sendiri itu sebabnya banyak kali setelah Yesus menyembuhkan orang Ia berpesan supaya jangan menceritakan kepada orang banyak. Ini juga mengajar kita menghindari segala sesuatu yang bersifat mencari kemuliaan diri atau pamer diri. Kita perlu belajar dari Kristus untuk bersikap rendah hati, ketika melakukan perbuatan baik tidak menuntut untuk dilihat orang, cukuplah Dia yang maha tahu yang melihatnya. Dalam proses penyembuhan itu Yesus mengucapkan satu kata “Efata” artinya terbukalah, kata itu bukan suatu mantera atau sihir tetapi Yesus mengucapkannya sebagai pribadi yang berwenang atau berkuasa atas segala sesuatu yang membuat seseorang dibelenggu oleh keadaan yang tidak baik.

Ketika orang banyak mengetahuinya mereka berkata “Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikanNya mendengar, yang bisu dijadikanNya berkata-kata”  Saudara, kita sering tidak mau menyadari bagaimana keadaan kita saat ini, mungkin kita sedang berada dalam keadaan yang sangat tidak baik. Persoalan-persoalan yang kita alami baik dalam hal pekerjaan, kesehatan atau sikap-perbuatan-perkataan kita telah membuat keadaan tidak baik. Hubungan kita dengan sesama anggota keluarga kita terkadang tidak baik tetapi kita bungkus dengan ukuran rumah karena kenyataannya kita masih tinggal serumah dengan anggota keluarga kita namun sebenarnya kita menderita karena keadaan itu. Lalu bagaimana hubungan kita dengan Tuhan apakah keadaannya baik karena kita rajin pelayanan, rajin ke gereja? Belum tentu saudara. Jika kita menemui keadaan kita tidak baik satu-satunya yang sanggup menjadikan segala sesuatu baik adalah Tuhan Yesus. Apapun keadaan anda saat ini datanglah kepada Dia agar dia memulihkan keadaan kita.      

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

1 Comment for this entry

  • Eveline says:

    Terima kasih untuk renungannya. Saya memakainya ketika saya harus melayani di Lembaga Permasyarakatan Wanita.
    Dan ini sangat membantu saya menemukan point-point khotbah.
    Tuhan Yesus memberkati dalam pelayanan selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*