suplemenGKI.com

Lukas 17:5-10

IMAN KEPADA KRISTUS

 

Pengantar
Apakah iman itu? sebuah pertanyaan penting yang selalu ditanyakan oleh banyak orang dari zaman ke zaman. Surat Ibrani dalam Perjanjian Baru memberikan penjelasan tentang iman: “iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat” (Ibrani 11:1). Namun apakah sebenarnya iman itu? Benarkah iman hanyalah percaya ? Apakah seorang yang percaya pada Kristus tetapi tidak melakukan kehendak-NYA dikatakan beriman dibandingkan seorang yang tidak percaya Kristus tetapi melakukan kehendak-NYA ? Apakah seorang yang tidak percaya kepada Kristus namun melakukan kehendak-NYA dikatakan beriman?

Percakapan tentang iman memang tidak akan pernah berhenti. Iman akan selalu menjadi topik yang menarik untuk dibicarakan. Namun jangan sampai kita terjebak pada percakapan tentang iman tetapi tidak secara nyata mewujudkan iman dalam kehidupan sehari-hari.

Pemahaman
Ayat 5-6               Permohonan apakah yang disampaikan rasul-rasul kepada Yesus dan bagaimanakah tanggapan Yesus ?
Ayat 7-10             Apakah makna perumpamaan tuan dan hamba yang Yesus sampaikan ?

Dalam perjalanan ke Yerusalem, Yesus menyampaikan pengajaran penting tentang iman kepada para murid-NYA. Berbagai nasihat disampaikan Yesus, diantaranya bagaimana iman dinyatakan secara konkrit dalam kehidupan sehari hari. Para pengikut Yesus diingatkan agar tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain, tidak menyesatkan orang lain, berani menegur yang salah dan bersedia mengampuni dengan ketulusan. Semua tindakan itu adalah bentuk konkrit iman. Iman haruslah nyata dalam setiap tindakan. Disaat para murid meminta agar iman mereka ditambahkan, Yesus justru menyampaikan kritik bahwa iman sebesar biji sesawi akan dapat memindahkan pohon ara kedalam laut (ayat 5-6). Kritik Yesus bertentangan dengan permintaan para rasul/para murid. Kritik Yesus memperlihatkan bahwa para murid sejatinya belum sungguh-sungguh beriman kepada-NYA.

Perumpamaan tentang tuan dan hamba merupakan sebuah pengajaran tentang tugas dan tanggungjawab iman pengikut Yesus. Bahwa tugas dan tanggungjawab mengikut Yesus haruslah dikerjakan dengan ketulusan dan sungguh-sungguh. Tidak mengharapkan imbalan apapun. Melakukan segala sesuatu yang Yesus perintahkan adalah sebuah keharusan dan kewajiban. Sebagai bentuk nyata iman kepada Kristus.

Refleksi
Beriman kepada Kristus berarti meletakkan kepercayaan secara penuh kepada Kristus dan melakukan seluruh perintah-NYA dengan ketulusan dan kesungguhan.

Tekadku
Ya Allah, tolong kami agar memiliki iman sebesar biji sesawi. Mampukan kami beriman dengan ketulusan. Dan mampukan kami menyatakan iman dalam kehidupan sehari hari.

Tindakanku
Tekun berdoa dan beribadah. Bersedia memberi diri dipakai untuk melayani di gereja. Hidup dalam kasih dengan sesama

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«