suplemenGKI.com

Minggu, 6 Mei 2018

05/05/2018

AKU SAHABAT KRISTUS

Yohanes 15:13-16

 

Pengantar
Untuk mengawali renungan hari ini, berdiam dirilah sejenak dan pikirkanlah: Apa arti seorang sahabat dalam hidup Saudara? Adakah sahabat dalam hidup saudara yang pernah mengecewakan saudara atau yang telah membuat saudara menjadi orang yang lebih baik? Saudara, memiliki sahabat adalah sukacita tersendiri bagi kita. Dengan hadirnya seorang sahabat, maka kita akan punya teman berbagi baik di saat suka maupun duka. Di sisi lain, ada juga orang-orang yang pernah dikecewakan oleh sahabatnya karena telah dikhianati. Sahabat kita yang sejati adalah Yesus Kristus. Ia selalu ada bersama dengan kita dan tak pernah mengecewakan. Hari ini kita akan merenungkan indahnya kehidupan yang bersahabat dengan Kristus.

Pemahaman

  • Ayat 13          : Mengapa Tuhan Yesus menggambarkan bahwa kasih yang terbesar adalah kasih seorang sahabat?
  • Ayat 14          : Apakah yang seharusnya dilakukan oleh setiap orang yang telah dipilih dan ditetapkan untuk menjadi sahabat-sahabat Kristus?
  • Ayat 15-16    : Yesus memberikan sebutan yang baru di dalam relasi-Nya dengan para murid: bukan lagi hamba, tetapi sahabat. Apakah perbedaan keduanya ?

Yesus menggambarkan bahwa kasih yang terbesar adalah kasih seorang yang telah memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya (ayat 13). Persahabatan ini terjadi antara Kristus yang adalah Tuhan dan Allah, dengan kita orang berdosa. Yesus menjadikan orang berdosa sebagai sahabat-Nya. Kasih Allah itu dinyatakan dalam diri Kristus yang rela mati menanggung dosa kita. Oleh karena itu, menjadi sahabat Kristus adalah suatu anugerah yang telah Tuhan berikan di dalam diri kita. Sehingga sebagai orang yang telah dipilih dan ditetapkan menjadi sahabat Kristus, maka sudah seharusnya kita melakukan perintah dan kehendak-Nya (ayat 14). Yesus mengatakan kepada murid-murid-Nya ada perbedaan yang besar antara “sahabat” dan “hamba” (ayat 15). Hal ini menggambarkan bahwa model persahabatan Yesus dengan dunia sangatlah berbeda. Sebagai contoh ketika seorang Raja menyuruh hambanya untuk melakukan sesuatu, maka tuannya tersebut tidak perlu mengutarakan alasan dan tujuannya. Tetapi ketika Raja meminta sahabatnya untuk melakukan sesuatu, maka dia akan menjelaskan secara terbuka isi hatinya mengapa dia ingin sahabatnya melakukan hal itu. Sahabat Kristus adalah orang yang melakukan kehendak Kristus sehingga dalam melakukan segala kehendak-Nya itu, dia makin serupa dengan Kristus.

Refleksi
Apakah selama ini saudara telah merasakan hidup sebagai sahabat Kristus? Bagaimanakah seharusnya kita bersikap sebagai sahabat-sahabat Kristus di masa sekarang? Mari kita belajar untuk mau hidup bagi Kristus dengan melakukan segala kehendak-Nya.

Tekadku
Tuhan, ampuni aku bila selama ini tidak menghargai keberadaanku sebagai sahabat-Mu. Aku mau menjadi sahabat Kristus yang selalu belajar melakukan kehendak Kristus dalam hidupku

Tindakanku
Aku akan belajar merubah sikap, karakter, dan perbuatan yang sama sekali tidak mencerminkan hidup sebagai sahabat Kristus.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»