suplemenGKI.com

Minggu, 6 Mei 2012

05/05/2012

Yohanes 15:1-8

 

TINGGAL DI DALAM KRISTUS

Dalam perikop ini Tuhan Yesus menyampaikan perumpamaan yang sederhana dan dapat dimengerti dalam budaya masyarakat Israel saat itu.  Yaitu melalui pokok anggur.

Pertanyaan Penuntun Pemahaman Alkitab:

  1. Apakah makna tinggal di dalam Kristus? (ayat 4-7)
  2. Apa yang terjadi jika ranting itu tidak tinggal pada pokok anggur? (ayat 4-7)
  3. Apakah hidup kita sudah melekat pada Sang Pokok Anggur itu?
  4. Menurut kita apa yang terjadi jika hidup kita tidak melekat/menetap pada Kristus?  Dapatkah kita merasakan perbedaannya?

 

RENUNGAN

Dalam perikop ini Tuhan Yesus menegaskan bahwa setiap orang percaya adalah ranting dimana buah itu seharusnya ada.  Namun untuk dapat berbuah ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri tetapi harus tinggal pada pokok anggur.  Kata ‘tinggal’ dalam bahasa Yunani menggunakan kata ‘meno’, yang berarti ‘menetap’.  Menetap di sini memiliki makna seperti tinggal dan menetap di dalam sebuah rumah dalam rentang waktu yang lama.  Di mana setiap orang yang tinggal di sebuah rumah seharusnya memiliki peran yang berarti.  Dengan demikian setiap orang percaya yang ‘tinggal’ di dalam Kristus, yang sudah mendapatkan anugerah keselamatan, seharusnya berperan memberikan buah kehidupan yang berkenan kepada Allah.  Kata ‘tinggal’ yang berarti menetap inilah yang dipakai Tuhan Yesus untuk menekankan bahwa setiap orang yang percaya kepada-Nya harus tetap tinggal menetap sepenuhnya di dalam Kristus.  Dalam keadaan inilah, setiap orang percaya mengalami pekerjaan Kristus dan dipersiapkan untuk berbuah.  Tanpa tinggal menetap di dalam Kristus maka orang percaya tidak dapat terus menghasilkan buah yang baik dan menetap bagi sesama. 

Bagaimana dengan ranting yang tidak tinggal pada pokok anggur dan tidak berbuah?  Setiap ranting yang tidak melekat pada pokok anggur akan menjadi kering dan dibuang.  Dan setiap ranting yang tidak berbuah akan dipotong dan dibuang.  Melalui perumpamaan ini mengingatkan agar setiap orang percaya tidak meninggalkan Kristus dalam hidup sehari-hari, sebab apabila ranting yang menempel saja dan tidak berbuah akan dipotong dan dibuang apalagi ranting yang tidak tinggal pada pokok anggur, menjadi kering dan dimusnahkan.  Maka setiap orang percaya seharusnya sadar bahwa tujuan hidup di dunia adalah berbuah dalam perilaku yang berpadanan dengan firman Tuhan.     

Berbuah dalam hidup seharusnya terus dipahami dan dihidupi oleh setiap orang yang mengaku percaya kepada Yesus.  Bahwa tujuan hidup imannya di dunia ini adalah berbuah bagi sesama.  Dan Tuhan Yesus berkata, “Bapa-Ku dipermuliakan jika kamu berbuah banyak …” (ayat 8).  Hal itu berarti buah yang dihasilkan oleh setiap orang percaya hanyalah untuk memuliakan Bapa bukan untuk kepentingan atau popularitas diri sendiri.  Dan itu bisa dihasilkan ketika seseorang terlebih dahulu mengenal dan tinggal di dalam Kristus sehingga dapat hidup memuliakan Allah Bapa.  

Bagaimana dengan hidup kita?  Sudahkan kita tinggal ‘menetap’ pada Kristus?  Dengan tinggal ‘menetap’ pada Kristus hidup kita berbuah bagi sesama.  Dan itu adalah tujuan hidup yang Tuhan inginkan.  Hal ini membutuhkan tindakan nyata dan tidak hanya berhenti pada kesadaran atau hanya kita pikirkan.  Bertekadlah untuk ‘tinggal’ pada Kristus dan berbuahlah secara nyata bagi sesama. 

Percaya kepada Kristus menghasilkan ketaatan pada firman-Nya dan ketaatan kepada firman-Nya menghasilkan buah yang nyata bagi sesama

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»