suplemenGKI.com

Minggu, 6 Juli 2014

05/07/2014
Matius 11:25-30
Kepedulian Allah dalam Kedaulatan Allah
Pengantar
Sebagian orang berpendapat bahwa Allah adalah pribadi yang otoriter, bahkan mau menangnya sendiri. Sebagian lagi beranggapan bahwa Allah dapat dirayu, melalui berbagai kegiatan keagamaan, termasuk doa dan puasa. Kedua pendapat berseberangan ini merupakan cerminan pemahaman akan kedaulatan Allah yang menjadi topik perenungan kita hari ini.
Pemahaman
-  Hal menarik apa saja yang dapat Saudara catat ketika mengamati cara Kristus
berdoa dalam perikop kita hari ini?
-  Apakah yang Kristus syukuri dalam doa yang ditulis dalam nas perenungan
kita hari ini?
Kristus mengawali doa syukurnya dengan menyebut Allah sebagai Bapa. Ungkapan ini seringkali kita pahami sebagai ungkapan kedekatan, keakraban. Kita meneladani tindakan memanggil Allah sebagai Bapa kita dalam relasi yang akrab. Akan tetapi keakraban tersebut acapkali membuat kita bersikap tidak sopan terhadap Allah di dalam doa-doa kita, baik melalui bahasa perkataan maupun perbuatan. Oleh sebab itu menjadi menarik kalau kemudian kita melihat bagaimana Kristus setelah memanggil Allah dengan sebutan Bapa, Dia melanjutkan dengan ungkapan “Tuhan langit dan bumi”. Pernyataan ini menegaskan pengakuan atas kedaulatan Allah, yang seharusnya menstimulir sikap hormat kepada Allah di dalam doa. Sikap hormat ini juga dibarengi dengan keyakinan bahwa Allah sanggup melakukan segala perkara karena Dialah yang menjadi sumber alam semesta.
Alasan ungkapan syukur Kristus dinyatakan dalam frasa, “karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil”. Kata “semuanya itu” merujuk pada kebenaran-kebenaran terkait dengan Injil yang telah menjadi topik bahasan dalam ayat-ayat sebelumnya. Hikmat Allah tidak akan mampu dipahami oleh hikmat manusia. Bahkan “hikmat” manusia itu kadang malah menjadi penghalang manusia untuk dapat memahami hikmat Allah. Namun hikmat Allah itu telah dinyatakan kepada orang kecil seturut perkenanan hati Allah. Paradoks ini sangat nyata dalam keheranan para cerdik cendikia saat memperhatikan bagaimana para murid bersaksi tentang Kristus (bd. Kis. 4:13).
Ungkapan syukur Kristus kemudian diakhiri dengan pernyataan, “Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu” (ay. 26). Kalimat ini menegaskan bagaimana Kristus menghormati sekaligus mensyukuri kedaulatan Allah. Ini adalah sikap yang sangat penting. Seringkali kita tidak sanggup menundukkan diri pada kedaulatan Allah. Ketidakmampuan ini membuat kita berkeluh kesah, serta menganggap Allah tidak bijaksana.
Refleksi
Melalui doa Kristus ini kita belajar betapa pentingnya menghayati kedaulatan Allah di dalam kehidupan ini. Dengan menyadari kedaulatan Allah, Kristus tetap hormat kepada Allah yang dipanggil-Nya Bapa itu. Dengan menyadari kedaulatan Allah maka ada keyakinan akan pemeliharaan Allah. Dengan menyadari kedaulatan Allah jugalah maka lahir ungkapan syukur, bukan keluh kesah di dalam doa Kristus.
Tekad
Doa: Ya Tuhan langit dan bumi, tolonglah saya untuk terus mengakui Engkau sebagai pribadi yang maha berdaulat, baik dalam kehidupan personal maupun komunal sebagai Gereja-Mu. Amin.
Tindakan
Untuk mengokohkan pengakuan kita atas kedaulatan Allah, mari kita menyanyikan lagu “Allah Kuasa Melakukan Segala Perkara” setiap hari selama seminggu ke depan.
Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«